Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 20, 2011

Sebab-sebab Istiqomah


Sebab-sebab Istiqamah
Publikasi: 08/04/2005


Semua orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian tentu menginginkan keselamatan hidup di dunia dan akhirat, terlebih lagi ketika dia mendapati kenyataan akan rusaknya kondisi umat manusia dimasa sekarang ini, ditambah lagi dengan tersedianya pelbagai macam fasilitas dan sarana yang mendukung kerusakan-kerusakan tersebut.

Hal ini sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW tentang dahsyatnya fitnah-fitnah dan kerusakan yang akan muncul secara silih berganti di akhir zaman dalam sabda beliau SAW:

"Bersegeralah kamu dengan mengerjakan amalan-amalan (shaleh) sebelum muncul berbagai macam fitnah (kerusakan/penyimpangan dalam agama) yang (gambarannya) seperti bagian malam yang gelap gulita, (sehingga) ada orang yang di waktu pagi dia masih memiliki iman, tapi di waktu sore dia telah menjadi orang yang kafir, dan (ada juga) yang di waktu sore dia masih memiliki iman, tapi besok paginya dia telah menjadi orang yang kafir, dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia". (HR Muslim)

Maka, berdasarkan kenyataan tersebut, seorang muslim yang hidup di zaman ini wajib mempelajari dan mengetahui sebab-sebab yang bisa membantunya - dengan izin Allah SWT- untuk tetap teguh dan istiqamah di atas agama Allah SWT sampai dia dipanggil menghadap-Nya.

Dalam Al-Qur'an dan Hadits-hadits yang shahih Allah SWT dan Rasul-Nya SAW telah menjelaskan sebab-sebab tersebut, beberapa sebab penting diantara sebab-sebab tersebut antara lain:

1. Memahami dan mengamalkan dua kalimah syahadat dengan baik dan benar.

Allah SWT berfirman:
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 'ucapan yang teguh' dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki" (QS Ibrahim: 27)

Makna 'ucapan yang teguh' dalam ayat ini adalah dua kalimah syahadat yang difahami dan diamalkan dengan benar, sebagaimana yang di tafsirkan sendiri oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam kitab shahihnya (jilid 4, hal 1735):

Dari Baro'bin 'Azib ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Seorang muslim ketika dia ditanya (diuji) di dalam kuburnya (oleh malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa 'tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, itulah makna firman-Nya: 'Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat".

2. Membaca Al-Qur'an dengan menghayati dan merenungkannya.

Al-Qur'an adalah sumber peneguh iman yang paling utama bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah:

"Katakanlah: 'Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Rabb mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS An Nahl: 102)

Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Qur'an tujuan diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur adalah untuk menguatkan dan meneguhkan hati Rasulullah SAW, Allah SWT berfirman:

"Berkatalah orang-orang yang kafir: mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali saja?; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)". (QS Al Furqan: 32)

3. Berkumpul dan bergaul bersama orang-orang yang bisa membantu meneguhkan iman.

Allah SWT menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa salah satu diantara sebab utama yang membantu menguatkan iman para sahabat Rasulullah SAW adalah keberadaan Rasulullah SAW ditengah-tengah mereka. Allah SWT berfirman:

"Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus". (QS Ali Imran: 101)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)" (QS At Taubah: 119)

Dalam sebuah hadits yang hasan, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya diantara manusia ada orang-orang yang keberadaan mereka sebagai pembuka (pintu) kebaikan dan penutup (pintu) kejelekan" (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dalam kitab "Sunan"/ jilid 1 hal. 86 dan Al Baihaqi dalam'Syu'abul Iman'/ jilid 1, hal. 455 dan imam-imam lainnya, dan di hasankan oleh Syekh Al Albani)

4. Berdo'a kepada Allah.

Dalam Al-Qur'an Allah SWT memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdo'a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian. Allah SWT berfirman:

"Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka, sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do'a mereka selain ucapan: 'Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir'. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan"(Ali Imran: 146-148)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
"Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (QS Al Baqarah: 250)

5. Membaca kisah-kisah para Nabi dan Rasul SAW serta orang-orang yang shalih yang terdahulu untuk mengambil suri tauladan.

Dalam Al-Qur'an banyak diceritakan kisah-kisah para Nabi, Rasul, dan orang-orang yang beriman yang terdahulu, yang Allah jadikan untuk meneguhkan hati rasulullah SAW dengan mengambil teladan dari kisah-kisah tersebut ketika menghadapi permusuhan orang-orang kafir. Allah SWT befirman:

"Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman". (QS Huud 120)

milisDT

Selasa, Desember 21, 2010

Harimu Adalah hari ini

Jika datang pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan kejelekannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu datang. Hari ini dengan mataharinya yang menyinari Anda, adalah hari Anda. Umur Anda hanya sehari. Karena itu anggaplah rentang kehidupan Anda adalah hari ini saja, seakan-akan Anda dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini juga. Saat itulah Anda hidup, jangan tersangkut dengan gumpalan masa lalu dengan segala keresahan dan kesusahannya, dan jangan pula terikat dengan ketidakpastian-ketidakpastian di masa yang penuh dengan hal-hal yang menakutkan serta gelombang yang sangat mengerikan. Hanya untuk hari sajalah seharusnya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.

Pada hari ini Anda harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu', bacaan Al-Quran yang sarat tadabbur, dzikir yang sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian pada jiwa dan raga, serta bersikap sosial terhadap sesama.



Hanya untuk hari ini saja, saat mana Anda hidup. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat dimana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Terimalah rezeki yang Anda dapatkan hari ini dengan penuh keridhaan: Istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan posisi Anda.

"Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur." (QS Al-A'raf: 144)

Jalanilah hidup Anda hari ini dengan tanpa kesedihan dan guncangan jiwa, tanpa rasa tidak menerima dan keirian, dan tanpa kedengkian.

Satu hal yang harus Anda lakukan adalah menuliskan pada dinding hati Anda suatu kalimat (yang juga harus Anda tuliskan dia atas meja Anda): "Harimu adalah hari ini". Jika Anda makan nasi hangat hari ini, maka apakah nasi yang Anda makan kemarin atau nasi besok hari yang belum jadi akan berdampak negatif terhadap diri Anda?

Jika Anda bisa minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin? Atau, mengapa malah mengharapkan air yang hambar dan panas yang akan datang esok hari?

Jika Anda jujur terhadap diri Anda sendiri maka dengan kemauan keras, Anda akan bisa menundukkan jiwa Anda pada teori ini : "Saya tidak akan pernah hidup kecuali hari ini." Oleh karena itu, manfaatkanlah hari ini, setiap detiknya, untuk membangun kepribadian, untuk mengembangkan semua potensi yang ada, dan untuk membersihkan amalan Anda.

Katakanlah: "Hari ini saya akan mengatakan yang baik-baik saja. Saya tidak akan pernah mengucapkan kata-kata kotor dan menjijikkan, tidak akan pernah mencela dan mengghibah. Hari ini saya akan menertibkan rumah dan kantor, agar tidak semrawut dan berantakan, agar rapi dan teratur. Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan memperhatikan kebersihan dan penampilan diri. Juga, gaya hidup, keseimbangan cara berjalan, bertutur dan tindak tanduk."

Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, melakukan shalat sesempurna mungkin, melakukan shalat-shalat nafilah sebagai bekal untuk diri sendiri, bergelut dengan Al-Qur'an, mengkaji buku-buku yang ada, mencatat hal-hal yang perlu, dan menelaah buku yang bermanfaat.

Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan menanam nilai-nilai keutamaan di dalam hati ini dan mencabut pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri: takabur, ujub, riya', dan buruk sangka.

Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kebaikan kepada mereka: menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang kebingungan, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang dalam kesulitan, membantu yang dizhalimi, membantu yang lemah, mengasihi yang menderita, menghormati seorang yang alim, menyayangi anak kecil, dan menghormati yang sepuh.

Karena saya hidup untuk hari ini saja maka saya akan hidup untuk mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah bersama mataharimu. Aku tidak akan menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku tercenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."

"Wahai masa depan, yang masih berada dalam keghaiban, aku tidak akan pernah bergelut dengan mimpi-mimpi dan tidak akan pernah menjual diri untuk ilusi. Aku tidak memburu sesuatu yang belum tentu ada karena esok hari tidak berarti apa-apa, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak pantas dikenang."

"Hari Anda adalah hari ini", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan", kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

Pengembangan-Kepribadian@yahoogroups.com

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori)

Senin, Desember 13, 2010

Tahu kah kita?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.
republika

Rabu, Desember 08, 2010

Are You Quitters, Campers, or Climbers?


Jerit ketakutan bercampur dengan teriak gembira memenuhi seluruh arena. Histeris. Riuh rendah. Kemudian wajah sosok-sosok yang keluar dari salah satu wahana itu mencerminkan beragam ekspresi: puas dan gembira, lega, datar saja atau pusat pasi. Saya hanya memandangi. Jantung saya bertalu-talu. Deg-degan. Antara merasa tertantang dan takut. Antara keinginan untuk mencoba dan memilih ‘cari aman saja’. Akhirnya saya memutuskan untuk menaiki beberapa wahana yang cukup menantang, namun saya pertimbangkan cukup dapat saya tahankan secara perasaaan maupun fisik: Alap-alap (roaler coaster), perahu niagara-gara, halilintar dan arung jeram. Sedangkan untuk wahana kora-kora (perahu ayun), ontang-anting (ayunan berputar), kicir-kicir dan semua wahana yang saya prediksikan akan membuat saya pusing dan atau muntah saya hindari.

“Saya paling sensistif terhadap segala hal yang mengaduk-aduk isi perut atau bikin kepala pusing, karena akibatnya saya pasti muntah.” Demikian alasan saya. Bukan sekedar alasan, namun sesuatu yang sudah sangat saya pertimbangkan berdasarkan pengalaman dan pemahaman kondisi fisik.

Saya memandangi kora-kora –perahu besar- itu terus berayun semakin tinggi. Jerit histeris terus membahana. Wajah-wajah pucat menghias sebagian besar penumpang di dalamnya. Sebagian lagi menunjukkan ekspresi kemenangan dan bergaya menantang. Saya bertanya dalam hati, “Benarkah saya akan muntah jika menaikinya? Mungkin saja tidak, bukan? Dan kalau pun iya, wahana ini sangat layak untuk dicoba! Setidaknya berdasar pengalaman menaiki wahana sebelumnya, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan untuk menahankannya: saya hanya perlu berteriak sekuat-kuatnya!”

Maka saya pun mencobanya. Meski saya gemetar ketika berada di dalamnya, saya puas sekali ketika perahu yang terus berayun tinggi dan seperti tidak akan pernah berhenti itu akhirnya selesai juga. Saya puas karena saya dapat merasakan sensasinya. Tapi saya lebih puas karena dapat menundukkan ketakutan dan persepsi saya sendiri. Meskipu turun dari sana, saya merasakan desakan kuat mengaduk-aduk lambung.

Di waktu yang lain, saya memandangi deretan ayunan yang terus berputar makin cepat dan berayun makin tinggi. Sebagian besar penumpang tampak gembira, tapi saya menemukan seorang gadis cantik dengan ekspresi sangat menderita. Saya bertanya kepada ukhti, teman seperjalanan saya yang pernah menaiki wahana ini sebelumnya: seberapa buruk wahana ini? “Much more worse than kora-kora! It felt never end up!” demikian katanya. Saya ragu. Memang benar, wahana ini satu putaran berlangsung hingga 15 menitan. Sanggupkah saya menahan perut teraduk-aduk tiga kali lebih lama di banding kora-kora? Saya memutuskan untuk nekat mencoba. Namun ketika saya sudah sampai di ujung depan antrian, saya sempat keluar dari gelanggang. Takut! Tapi kemudian saya mengulang antrian lagi. “Saya tidak akan pernah tahu rasanya seperti apa jika saya tidak mencoba!” Alasan itu saya patrikan kuat-kuat dalam hati. Dan ternyata, saya bukan hanya dapat menahankannya, saya bahkan menikmatinya! Sangat menikmatinya! Rasanya seperti terbang, melayang. Sambil memejamkan mata saya menikmati sapuan angin yang berkesiur di sekeliling saya. Ketika ayunan bergerak makin cepat dan tinggi, saya menikmati sensasi dan suara-suara gemerincing besi yang ditimbulkannya. Rasanya tidak ingin pernah berhenti!

Pada kesempatan berikutnya lagi. Bersama teman-teman, saya mengambil antrian di wahana kora-kora untuk yang kedua kali petang itu. Saya harus dapat menikmatinya, bukan sekedar menahankannya seperti pada kesempatan sebelumnya. Meskipun senang dan puas dapat menaiki kora-kora, sebelumnya saya tidak dapat menahan gemetar di kaki dan rasa mencelos di hati. Serasa isi perut saya dilolosi. Tapi kali ini, saya ingin merasakan sensasi yang berbeda. Saat perahu berayun makin tinggi dan lama (lebih tinggi dan lebih lama dari kondisi biasa, karena sudah mendekati waktu tutup) saya merasakan kegembiraan dan keasyikan yang luar biasa. Benar-benar serasa menaiki perahu meniti ombak! Oh tidak! Serasa terbang (sungguh saya sangat suka terbang dan melayang) Oh, bukan juga. Rasanya seperti diayun dan dininabobokkan. Saya gembira sekali berhasil mendapatkan sensasi berbeda, meskipun ketika turun, mual dan pusing itu tetap saja mendera.

Tapi dari semua itu saya belajar banyak hal: Bisa atau tidaknya kita melakukan sesuatu tidak akan pernah kita tahu jika kita tidak mencobanya. Menakutkan atau menyenangkannya sesuatu akan sangat tergantung dari pemahaman dan persepsi yang kita bangun sendiri.

Sekian tahun yang lalu.

“Saya tidak akan sanggup menjadi ibu bekerja kantoran seperti itu. Bagaimana saya akan dapat mendidik anak-anak saya?”

“Saya akan cari pekerjaan yang ‘aman’ saja: islami dan tidak ada praktek-praktek kotor membudaya!”

Beberapa tahun kemudian.

“Kamu tidak ingin kuliah lagi?”

“Hmm, saya takut tidak bisa. Tidak mampu. Soalnya saya tidak menguasai ilmu keahlian dasar dari kampus saya yang kemarin. Nanti kalau tidak lulus bagaimana? Apalagi saya kan lemah untuk urusan penelitian dan karya ilmiah. Khawatir nanti mentok di thesis!”

“Hei, kok begitu? Kamu meragukan karunia Allah berupa otak dengan potensi satu juta gigabyte itu? Cobalah! Tidak ada ruginya kan? Kalau kamu tidak pernah mencoba, kamu tidak akan tahu seberapa mampu dirimu!”

Beberapa waktu yang lalu.

“Kamu berani tidak menyatakan diri minta dilamar terlebih dulu?”

“Ah, takut! Menghancurkan harga diri perempuan itu namanya. Lebih baik tidak pernah tahu daripada harus tahu nantinya bahwa aku gagal dan sakit.”

“Oh, mengapa sudut pandangnya itu? Bukankah dengan menyatakannya –sekalipun ditolak nanti- kamu akan tahu dan tidak perlu penasaran lagi.”

Dan saya nekat. Kenyataannya, saya memang ditolak. Gagal. Sakit. Serasa dihempas ke bumi. Tapi saya tidak penasaran lagi. Tapi kemudian semuanya membuat saya lebih mengerti. Membuka apa yang selama ini tak tampak oleh mata ini.

Dialog-dialog itu, pernah menjadi bagian dari proses hidup saya. Sikap-sikap itu, pernah menghiasi pilihan-pilihan hidup saya. Ketakutan, perasaan tidak mampu, tidak berani mencoba dan sebagainya. Sengaja kalah, bahkan sebelum berperang. Tapi kini, semua yang telah saya lalui membuat saya berani memilih: saya akan selalu memilih untuk maju dibanding mundur. Gagal atau berhasil, itu urusan nanti!

Ibarat mendaki gunung, pilihan sikap yang diambil pun bisa berbeda-beda. Pertama, melihat gunung yang demikian tinggi dan terjal, seseorang mungkin akan memilih untuk memutuskan tidak pernah akan mendaki. Takut. Mustahil. Berat. Capek. Untuk apa? Sedang di kakinya suasana lebih sejuk, indah dan banyak teman?

Kedua, gunung itu memang tinggi dan terjal, namun pastilah ada tempat-tempat yang lebih indah dan asyik untuk bercengkerama di suatu tempat di atas sana. Dan berdasarkan pemikiran itu, ia mendaki. Kalau ada jalan yang enak, ia akan memilih jalan itu. Bukankah biasanya disediakan jalan yang nyaman bagi para wisatawan? Senang rasanya mendaki, ada berbagai tantangan dan ada cukup banyak teman. Saat tiba di hamparan taman, maka ia pun berkemah. Kalau perlu menetap. Di sini sudah cukup enak. Kita sudah cukup tinggi mendaki. Tak usahlah menempuh yang lebih berbahaya lagi, tanpa jaminan yang pasti.

Ketiga, wah, gunung ini tinggi dan ngeri. Pasti berat dan susah untuk mencapainya. Bisa jadi atau bahkan hampir pasti begitu. Tapi bukankah kita dikaruniai kreatifitas, semangat dan kemampuan untuk menaklukkannya? Mengapa tidak kita coba? Semua pengorbanan itu akan sangat ‘worthed’ untuk mendapatkan keindahan di puncak sana kan? Atau setidaknya kita akan mendapatkan pengalaman yang tak mungkin dapat dirasakan oleh mereka yang memilih untuk tidak pernah mendaki, atau mereka yang mendaki untuk berkemah di tempat yang nyaman.

Hidup dengan permasalahannya bagaikan mendaki gunung terjal dan berliku. Dapat atau tidaknya kita menaklukkannya akan sangat tergantung pada paradigma dan pilihan sikap kita masing-masing. Apakah kita akan memilih menyerah bahkan sebelum mendaki, atau tetap mendaki beramai-ramai dan berhenti ketika telah menemukan tempat yang nyaman, atau tetap terus mendaki bersama segelintir orang dari puncak yang satu ke puncak yang lain. Dari gunung yang satu ke gunung berikutnya.

Surga dan kenikmatan hari akhir juga seperti gunung yang bertingkat-tingkat. Untuk mencapainya seperti mendaki gunung. Mungkin ada yang merasa cukup puas di kakinya saja, di lerengnya atau tetap berusaha sekuat daya dan kreatifitas untuk menggapai puncaknya.

Semuanya adalah pilihan. Dan setiap pilihan memiliki resiko dan hasilnya masing-masing. Tinggal seberapa besar kita memiliki nyali untuk memilih: Menjadi Quitters? (golongan yang cepat menyerah pada/menghindar dari tantangan?) Menjadi Campers? (Mendaki dan kemudian berhenti ketika merasa sudah cukup nyaman dengan sebuah situasi/ mencintai status quo) Atau mejadi Climbers? (Terus mendaki dan mendaki, hingga puncak pun terlalui. Aku bertanya dalam hati: Yang manakah diriku?

Azimah Rahayu
Azi, 19 Agustus 05, qabla wa bakda shubuh
www.eramuslim.com

Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut


Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut). Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut". Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". 'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Allah SWT berfirman, "Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

sumber : kisah-kisah islam.help by heksa

Jumat, Desember 03, 2010

Frustasi

Assalamualaikum.Warahmatullohi wabarokatuh.. Saudara/i ku yang kucintai karena Allah..
Berikut ini kiriman dari seorang sahabat... semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala
cinta...


>>>KENAPA AKU DIUJI?<<< *Surah Al-Ankabut ayat 2-3 "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." >>>KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?<<< *Surah Al-Baqarah ayat 216 Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. >>>KENAPA UJIAN SEBERAT INI?<<< *Surah Al-Baqarah ayat 286 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. >>>RASA FRUSTASI?<<< *Surah Al-Imran ayat 139 Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. >>>BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?<<< *Surah Al-Imran ayat 200 Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. >>>BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?<<< *Surah Al-Baqarah ayat 45 Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', >>>APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?<<< *Surah At-Taubah ayat 111 Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. >>>KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?<<< *Surah At-Taubah ayat 129 Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal >>>AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!<<<
*Surah Yusuf ayat 87
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

*Surah An-Nisaa' ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Saudara/i ku , Mari Kita terus memperbaiki diri kita..untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita.
Dengan torehan kemuliaan dan semangat yang pantang menyerah..
Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.. selama Allah SWT menjadi"..JUST THE ONE goal.." Insya Allah akan bahagia, sebagaimana doa yang selalu terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akherat..
AAmiin....

Raih

Picture :iStockMotivation.com

Assalamualaikum.wr.wb..
Mulai dengan Bismillah...

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan anda. Bila anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki, tidak ada hal yang tidak tercapai.

Raihlah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai, bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan. Bergeraklah menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan anda bergerak menuju anda.

Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah dengan jelas dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa menggapai. Gunakan daya pikir anda untuk mengembangkan rencana realistis dan perencanaan tindakan.

Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai. Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan imajinasi anda untuk bekerja dan bayangkan selusin alternatif dan ikuti yang paling berpeluang.

Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap saat kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri, kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa banyak hal yang bisa anda raih bila anda secara tulus bersyukur atas hal-hal yang telah anda miliki.

Raihlah dengan hati anda. Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun diatas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan anda. Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.

Ketika seluruh potensi yang anda miliki telah dikerahkan, berarti disitulah letak keberhasilan anda.
keberhasilan anda dalam melakukan proses, proses untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan lebih banyak dibandingkan hasil yang ingin anda capai.
Keberhasilan yang anda dapatkan sebelum hasil yang anda inginkan tercapai. Hasil yang mungkin hanya uang muka yang diberikan oleh Allah di dunia Sebelum sisanya yang lebih besar kelak diberikan. Karena kegagalan bukanlah pada saat anda terjatuh, tetapi kegagalan adalah pada saat anda terjatuh kemudian anda tidak mau bangkit lagi dari anda terjatuh.

Seorang bijak pernah menulis : " Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu. Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu. Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu. Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu. Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu." Di atas semua itu, amatilah diri anda. Hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya
"Di Luar Jiwa yang kuat terdapat tubuh yang SEHAT"
Tetap semangat saudaraku..
Semoga Allah Senantiasa membrikan Taufiq dan hidayahnya di setiap pikiran, tindakan dan proses yang kita lakukan.
*dari berbagai sumber.

share


Terkadang ada saat-saat dalam hidupketika engkau merindukan seseorangbegitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat!


Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka; tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna. Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum,sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan ntuk mengubah hari gelap menjadi terang.Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum

Angankan apa yang engkau ingin angankan;pergilah kemana engkau ingin pergi;jadilah seperti yang engkau kehendaki,sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum,cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

Mereka yang paling berbahagia tidaklah harusmemiliki yang terbaik dari segala sesuatu;mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapatdiraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu; engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hinggaengkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu


Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Tag atau Kirimkan gambar dan pesan ini kepada mereka yang berarti bagimu (aku baru saja melakukannya);kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara;kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya;kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh;kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai;kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.


Jika engkau tidak mengirimkannya, janganlah khawatir,tak ada hal buruk yang akan menimpamu;hanya saja engkau kehilangan satu kesempatanuntuk menyemarakkan hari seseorang dengan pesan ini!!!Jangan hitung tahun-tahun yang lewat,hitunglah saat-saat yang indah &.Hidup tidak diukur dengan banyaknya napas yang kita hirup;Melainkan dengan saat-saat di mana kita menarik napas bahagia

Lima perkara


Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari, ia berkata:
Rasulullah bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Bumi diciptakan untukku dalam keadaan suci menyucikan dan sebagai mesjid. Barang siapa yang menemui waktu salat, maka salatlah di tempat ia berada. Aku diberi kemenangan dengan membuat takut musuh selama jarak perjalanan satu bulan. Dan aku juga diberi syafaat. (Shahih Muslim No.810)

Doa Memohon surga dan berlindung dari neraka

Cintai pekerjaan kita

Mata pencaharian paling afdhol adalah berjualan dengan penuh kebajikan dan dari hasil keterampilan tangan. (HR. Al-Bazzar dan Ahmad)

Temukanlah cinta anda....
bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang2 yang bekerja disana. Rasakanlah kegembiraan dalam pertemanan itu, sehingga pekerjaan pun menjadi menggembirakan.
Bila anda tidak bisa mencintai rekan2 kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. hal ini mungkin mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

hmmm masih juga anda tidak bisa melakukannya?, maka cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yg menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda ; tanaman penghias, cicak di atas dinding, awan dibalik dinding atau apa saja yg bisa membuat anda senang. Apa saja!!!

Bila anda tak menemukan yg bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda disitu??? Tak ada alasan bagi anda u/ tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus..

Cinta adalah sesuatu yang bersemayam dalam hati yang terdalam, bukanlah sesuatu yg dipaksakan..

Keluh Kesah


Manajemen Qolbu Aa Gym


Hidup di kota besar semacam Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi. Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan akan benar-benar mencuri waktu begitu lama. Terkadang bisa berjam-jam di jalan. Kalau saja tidak berusaha untuk bening hati, sepertinya sepanjang jalan yang terjadi hanya dongkol dan marah-marah. "Aduh , kapan sampainya! Aduh, kok ini lama banget! Aduh, kok macet terus!" Mungkin ungkapannya seperti itu. Aduh dan aduh.

Padahal kata-kata aduh, kalau hanya tanda keluh kesah, sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Justru kata-kata yang terlontar itu menunjukkan ketidaksabaran kita. Apalagi tiba-tiba di pinggir jalan ada kendaraan lain berhenti seenaknya. Kita boleh kecewa dan melihat ini sebagai sesuatu yang harus diperbaiki. Tetapi, tidak berarti kita harus sengsara dengan marah-marah atau berkeluh kesah. Mata terbeliak dan mulut kadang berucap "Minggir, dong!" Mungkin inginnya menghardik seperti itu. Tetapi, alangkah lebih baiknya jika kita menyapa dengan kata yang lemah lembut, "Maaf, Pak! Boleh agak ke pinggir sedikit!" Ungkapan seperti ini nampaknya akan lebih ringan ke dalam hati, dari pada melotot dengan menggunakan otot.

Boleh jadi kalau sudah banyak kedongkolan, selain akan banyak berkeluh kesah, juga akan menjadikan diri lebih emosional. Ini yang paling merugikan. Bagi kita maupun orang lain. Kita harus mengukur kehilangan waktu dalam beberapa menit atau beberapa jam, padahal waktu tersebut sebenarnya dapat menjadi tambahan ilmu dan kemampuan diri kita. Ada baiknya, selama perjalanan lengkapi diri dengan sumber-sumber ilmu, baik berupa kaset ceramah, nasyid, atau kaset murotal Qur’an. Sumber-sumber ini akan menambah percepatan keilmuan kita, disamping akan membuat kita tidak tergoda untuk ber-aduh ria. "Aduh, terlambat nih! Aduh, sialan kamu! Aduh, ada yang ketinggalan nih!" Kata-kata seperti ini sebetulnya tidak perlu dikeluarkan! Karena tidak menyelesaikan masalah. Lebih baik kita isi dengan do’a : "Ya Allah, semoga saya datang tepat waktu, semoga ada jalan keluar dari kemacetan ini". Kata-kata ini akan lebih produktif dibandingkan dengan kata "aduh".

Marilah kita meminimalisirkan keluh-kesah seperti ini. Apalagi bagi kita pun ada kenikmatan tersendiri bila kita bicara lebih santun. Kesantunan akan membuat batin kita lebih ringan dari pada berperilaku emosional. Lebih dari itu, kelembutan akan mampu menaklukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Itu sudah bagian dari rumusnya. Karena, kalau orang-orang keras dilawan dengan kekerasan, maka itu akan merasa bagian dari dunianya. Tapi, kalau orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, Isya Allah mereka akan terbawa lembut juga. Contohnya, orang sekeras Umar bin Khattab atau Khalid bin Walid bisa jatuh tersengkur menagis oleh lembutnya alunan Al-Qur’an.

Berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisasi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah dan sarat dengan terkabulnya harapan-harapan kita. Tiap melakukan kekeliruan, kita ditolong Allah dengan memberikan tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak harus dengan terkabulnya keinginan yang kita mohonkan. Bisa jadi terkabulnya do’a itu bertolak belakang dengan yang kita minta. Karena Allah Mahatahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun keinginan jangka panjang. Baik kerugian duniawi maupun kerugian ukhrawi. Baik kerugian secara materi maupun secara kerugian mental. Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan keperluan hawa nafsu kita.

Kelihatannya sepele mengaduh ini. Tetapi, itu akan menjadi kualifikasi pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan sesuatu yang besar-besar, tetapi oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat kompleks perumahan yang berkualitas, maka kita lihat saja panjang pendek rumput di halamannya. Kalau berkualitas dan terawat dengan baik, maka rumputnya pun akan nampak terawat dengan baik. Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon lisan yang positif. Mengapa? Karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. Lebih dari itu akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Jadi, sapaan-sapaan, teguran-teguran, komentar-komentar, celetukan-celetukan ini harus benar-benar bernilai produktif. Tidak hanya berarti bagi diri kita, tetapi juga bagi orang di sekitar kita.

Apalagi keluh kesah termasuk penyakit hati, yaitu bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah. Ada hadits qudsi yang menyatakan bahwa "Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits qudsi ini, nampaklah bahwa segala apapun yang Allah karuniakan kepada kita, maka kita harus menerimanya dengan ridha. Oleh karenanya, kita tidak perlu banyak mengaduh atau berkeluh kesah. Sedapat mungkin kurangi aduh-mengaduh ini. Jauh akan lebih produktif jikalau kita optimalkan waktu dengan banyak berdo’a dan menambah kualitas keilmuan diri serta terus menyempurnakan ikhtiar di jalan Allah yang diridhai.***

Bundel by UGLY --- Jan '02

Selasa, Mei 25, 2010

Amalan-Amalan Pamungkas

Mukaddimah

Mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat merupakan cita-cita setiap muslim tentunya, namun hal itu tidak bisa hanya sebatas cita-cita dan angan-angan. Harus ada aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga cita-cita itu benar-benar dapat teralisasi.

Salah satu cara untuk merelisasikannya adalah dengan menjalankan amalan-amalan yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, khususnya amalan-amalan pamungkas dan pilar utamanya. Nah, apakah amalan-amalan itu? Mari ikuti kajian berikut ini!

Naskah Hadits

Dari Mu’adz bin Jabal RA, ia berkata, “Dalam suatu perjalanan, pernah aku bersama Rasululah SAW. Pada suatu hari saat sedang berjalan-jalan, aku mendekat kepadanya, lalu berkata, Wahai Rasulullah, informasikan kepadaku akan suatu amalan yang dapat menyebabkan aku masuk surga dan jauh dari neraka.” Beliau menjawab, “Engkau telah menanyakan suatu perkara yang amat besar namun sebenarnya ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah; hendaklah kamu menyembah Allah dan tidak berbuat syirik terhadap-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan melakukan haji.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan; puasa merupakan penjaga (pelindung) dari api neraka, sedekah dapat memadamkan kesalahan (dosa kecil) sebagaimana air dapat memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam seraya membaca ayat ‘Tatajaafa Junuubuhum ‘Anil Madlaaji’i yad’uuna rabbahum…. [hingga firman-Nya]… Ya’maluun.’ (as-Sajdah:16) Kemudian beliau juga mengatakan, “Dan maukah kamu aku tunjukkan kepala (pangkal) semua perkara, tiang dan puncaknya.?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.!” Beliau bersabda, “Kepala (Pangkal) dari semua perkara itu adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Maukah kamu aku tunjukkan pilar dari semua hal itu.?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.!” Lalu beliau memegang lisan (lidah) nya seraya berkata, “Jagalah ini olehmu.” Lantas aku bertanya, “Wahai Nabiyyullah, apakah kami akan disiksa atas apa yang kami bicarakan.?” Beliau bersabda, “Celakalah engkau wahai Mu’adz! Tidakkah wajah dan leher manusia dijerembabkan ke dalam api neraka kecuali akibat apa yang diucapkan lidah-lidah mereka.?” (HR.at-Turmduzy, dia berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

Kosakata

- Hashaa`id Alsinatihim : kejelekan dan kekejian yang dibicarakan oleh lidah-lidah mereka seperti syirik kepada Allah, ghibah, adu domba, dst’
- Tsaqilatka Ummuka (Celakalah Engkau) : secara zhahirnya, kalimat ini tampak seperti doa agar orang yang didoakan mati akan tetapi yang dimaksud sebenarnya bukan makna zhahirnya tersebut tetapi lebih kepada ucapan yang sudah terbiasa oleh lidah bangsa Arab.

Pesan-Pesan Hadits

1. Hadits tersebut menunjukkan betapa perhatian para shahabat, di antaranya Mu’adz bin Jabal terhadap amal-amal shalih dan hal-hal yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. Mereka selalu memanfa’atkan keberadaan Rasulullah dengan baik untuk bertanya kepadanya, lalu kemudian mengaplikasikan jawaban beliau. Demikianlah seharusnya seorang Muslim, wajib menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, mencari hal-hal yang berguna dan menjadi kepentingannya serta dapat membuatnya masuk surga.

2. Hendaknya kemauan seorang Muslim itu begitu tinggi dengan memikirkan hal-hal besar yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah sehingga kemudian target utamanya adalah akhirat yang harus diupayakannya. Dengan begitu, ia akan sangat berhati-hati dan menghindar dari kemauan yang murahan dan sesaat. Makanya, Rasullah mengatakan kepada Mu’adz dalam hadits di atas, “Engkau telah menanyakan suatu perkara yang amat besar.”

3. Tujuan akhir keinginan manusia di dalam kehidupan ini adalah ‘surga’, masuk ke dalamnya dan hal yang dapat menunjukkannya masuk ke sana. Karena itu, hendaklah ia mencari semua sarana yang dapat menyebabkannya masuk surga dan menjauhkannya dari neraka.

4. Dien ini mencakup hal-hal wajib dan sunnah; hal-hal wajib (faraidl) wajib diamalkan Muslim, dijalankan secara konsisten dan tidak diterima dari siapa pun alasan tidak tahu mengenainya, sementara hal-hal sunnah, harus antusias dilakukannya selama mampu melakukannya.

5. Atas karunia Allah Ta’ala, Dia menjadikan pintu-pintu kebaikan demikian banyaknya, sebagiannya dijelaskan dalam hadits ini, yaitu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, membuat sampai kepada kecintaan dan ridla-Nya. Di dalam hadits Qudsi, Dia berfirman, “Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya dan senantiasalah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku melalui amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR.Bukhari, 6137)

6. Puasa merupakan ibadah Sirriyyah (yang bersifat rahasia) antara seorang hamba dan Rabbnya. Bila seorang Muslim memperbanyak puasa sunnah, maka hal itu dapat menjadi penjaga dan pelindung dirinya dari api neraka.

7. Sedekah dapat memadamkan kesalahan (dosa kecil) sebagaimana air dapat memadamkan api. Ini merupakan pintu yang begitu agung sebab sedekah sunnah selalu terbuka sekali pun sedikit. Di dalam hadits yang lain disebutkan, “Bertakwalah kamu walau pun dengan sekeping satu buah kurma.” (HR.Bukhari dan Muslim)

8. Adalah sangat penting bila seorang Muslim bersungguh-sungguh di dalam melakukan shalat wajib namun terlebih lagi dengan melakukan shalat malam di mana keheningan malamnya, jauh dari kebisingan-kebisingan, bermunajat kepada sang Pencipta secara sendirian dan kehina-dinaannya di hadapan-Nya akan memberikannya kenikmatan iman yang spesial seperti halnya kondisi para shahabat ketika Allah berfirman mengenai mereka, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka.” (as-Sajdah:16) Dalam firman-Nya yang lain ketika memuji mereka, “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (adz-Dzariat:17-18)

9. Rasulullah SAW kembali mengulang-ulang untuk menjelaskan urgensi amalan-amalan khusus di dalam agama ini, yaitu:
a. Bahwa kepala (pangkal) semua urusan ini, di mana jasad tidak akan hidup tanpa kepala, adalah tauhid dan syahadat ‘Tiada tuhan –yang haq disembah- selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.’ Tanpa tauhid seperti ini, tidak akan benar keislaman seseorang, tidak akan lurus kondisinya dan tidak akan selamat pada hari Kiamat.

b. Tiang, pilar dan pondasinya adalah mendirikan shalat sebab suatu bangunan tidak akan mungkin bisa tegak tanpa adanya tiang. Ia merupakan rukun-rukun ilmiah paling penting, yaitu jalinan antara seorang hamba dan Rabbnya.

c. Yang paling tinggi dan puncaknya di mana karenanya agama ini menjadi tinggi dan tersebar adalah jihad di jalan Allah. Dengan jihad, telaga Islam dan kehormatan kaum Muslimin akan terjaga, wibawa mereka akan menjadi bertambah, ‘izzah (rasa bangga keislaman) akan nampak dan para musuh dapat ditaklukkan.

10. Dalam penutup wasiatnya, Rasulullah SAW mengingatkan suatu perkara yang amat penting sekali namun selalu disepelekan oleh banyak orang, yang merupakan pintu besar bagi amal-amal baik dan buruk. Perkara ini adalah lisan (mulut) yang merupakan senjata tajam yang bila digunakan untuk kebaikan dan keta’aan, maka ia akan menjadi pintu besar menuju surga dan bila digunakan untuk kejahatan dan kemaksiatan, mak ia akan menjadi penggiring ke neraka.

11. Seorang Muslim wajib menggunakan lisannya untuk hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah seperti dzikir, membaca al-Qur’an, memberi nasehat, amar ma’ruf, menunjukkan kepada kebaikan, berdakwah kepada Allah, nahi munkar, menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat dan sebagainya. Demikian pula, wajib baginya untuk menghindari penggunaannya pada hal-hal yang dapat menyebabkannya masuk neraka seperti syirik kepada Allah, berdusta, bicara atas nama Allah tanpa ilmu, ghibah, namimah (adu domba) dan persaksian palsu. Lidah yang seperti ini akan menyeret pemiliknya ke dalam neraka, na’uudzu billaahi min dzaalik.

(SUMBER; Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah- al-Hadiits-Fi`ah an-Naasyi`ah karya Prof Dr Falih bin Muhammad ash-Shaghir, et.ali, h.143-147)

alsofwah.or.id

Sabtu, Mei 22, 2010

KESEJAHTERAAN HIDUP BOLEH DICARI, ASALKAN…..


Seorang arif melihat setan dalam keadaan telanjang di tengah-tengah masyarakat.
"Hai makhluk yang tak punya malu, mengapa kamu telanjang di hadapan manusia?" tegur sang arif.
"Mereka bukan manusia, mereka kera."
Sesungguhnya sudah sejak lama Al-Ghazali menulis dalam Ihya`, Dzahaban naas wa baqiyan nasnaas (Telah pergi manusia, yang tertinggal hanya kera)
"Jika kamu ingin melihat manusia, ikutlah aku ke pasar," lanjut sang setan.

Orang arif itu lalu pergi bersama setan ke pasar. Sesampainya di pasar, setan itu menjelma seorang laki-laki dan langsung menuju ke toko yang paling besar. Toko itu hanya menjual permata yang berkualitas tinggi dengan harga yang amat mahal.

"Coba lihat permata itu," kata setan kepada pemilik toko sambil menunjuk permata yang paling besar.
Pemilik toko mengambil permata itu lalu menyerahkannya kepada setan. Ketika permata berpindah ke tangan setan, pemilik toko mendengar muadzin menyerukan: hayya `alash sholaah (Marilah salat) Pemilik toko segera mengambil kembali permatanya.
"Kamu pasti setan. Tak ada yang datang pada waktu seperti ini kecuali setan," kata pemilik toko.
Kemudian ia mengusir si setan. Setelah setan pergi, ia lalu menghancurkan permata itu dengan batu.

"Permata ini tidak ada berkahnya," kata pemilik toko. Kemudian ia keluar untuk salat.

Allah berfirman:
"Laki-laki yang perniagaan dan jual beli tidak dapat melalaikannya dari mengingat Allah." (QS An-Nur, 24:37)
Dalam surat Al-Muzzammil, Allah menyejajarkan para pedagang dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah.
Dan orang-orang yang berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang lain yang berperang di jalan Allah. (QS Al-Muzzammil, 73:20)

Perdagangan untuk mencari kesejahteraan di dunia tidaklah tercela. Sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi tunggangan menuju akhirat. Adapun yang tercela adalah jika kita selalu tenggelam dalam urusan keduniaan, hati kita selalu terikat pada dunia sehingga kita melalaikan hak-hak dan perintah-perintah Allah. Yang terpuji adalah hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan. Hidup berlebih-lebihan membuat seseorang terlambat masuk surga.

Seorang bermimpi melihat Malik bin Dinar berlomba-lomba dengan Muhammad bin Wasi' menuju surga. Ia menyaksikan bahwa Muhammad bin Wasi` akhirnya dapat mendahului Malik bin Dinar. Orang itu kemudian bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya Malik bin Dinar bakal menang. Kaum salihin menjawab bahwa ketika meninggal dunia Muhammad bin Wasi' hanya meninggalkan sepotong pakaian, sedang Malik meninggalkan dua potong pakaian.

Jika seorang arif seperti Malik bin Dinar dapat tertinggal hanya karena pakaian, lalu bagaimana dengan kita. Lemari kita penuh dengan pakaian, dan kita pun masih merasa belum cukup.

Ya Allah, jadikanlah kami puas
dengan rezeki yang Engkau karuniakan.
Berkahilah apa yang telah Engkau berikan.
Dan jangan jadikan (bagi kami) dunia sebagai
puncak perhatian dan pengetahuan. (I:511)


Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul
Asyraf, Kisah dan Hikmah

Sabtu, Mei 15, 2010

raihlah kehidupan yg lebih baik

waktu terus berjalan MAJU
Selagi Dia Yang Maha Perkasa menghendaki bumi berotasi
Dan tiada satupun yang sanggup menahan terbit mentari atau menunda gelap gulita malam tiba

Maka 24 Jam selalu tersedia
untuk kita jalani sepanjang hari
7 hari sepekan
4 minggu sebulan
12 bulan setahun
hingga hari ini! detik ini!

Maka marilah menghtung usia masing2 juga mengukur jarak tempuh yang sudah terlampaui
apa saja yang sudah berhasil dan belum berhasil teraih ?

Sudah dan belum terlaksana?
Sudah dan belum terkaji?
Sudah dan belum tersimak?
Sudah dan belum tertetapkan?
Sudah dan belum terkumpulkan?
Sudah dan belum tertemukan?
Apa saja yang SUDAH dan BELUM TERJAWAB?

"Dan apa yang ada dalam dirimu, sudahkah engkau perhatikan? (QS Adz Dzaariyaat : 21)

THIS IS LIFE...
Inilah kehidupan sesungguhnya

Kemarin telah menjadi sejarah,
Esokpun masih menyimpan misteri,
HARI INI-lah saatnya MENATAP
dan MENATA kehidupan.

Bebaskan belenggu yang menghalangi jiwa untuk berfikir MERDEKA...
Tegaplah berdiri
tegakkan bahu
tatap lurus ke depan
buka diri anda.

Seka Air mata
Usap derita nestapa
Tepis ragu dan malu
Tumbuhkan harapan baru

THIS is LIFE....

Setiap diri harus mampu tegak berdiri
bertopang pada kekuatan potensi,
bersandar dan bergantung pada takdir ilahi,
dan menjangkari emosi
dengan terangnya "mimpi".

Karena waktu yang berlalu tiada berulang,
karena kesempatan kedua tidak selalu datang,
karena masa depan ada dalam genggaman,
karena itulah.. kehidupan harus terancang.

THIS is LIFE...

Marilah temukan serpihan
berserak dan menyusunnya kembali
bersama keping-keping kehidupan
sehingga segala impian dan
harapan menjadi nyata adanya

WAKE UP!!
Bangunkan kembali keberanian, antusiasme, dan kepercayaan diri.

Kehidupan adalah proses
SALING PANDANG
Tiada keberhasilan abadi
Tiada pula kegagalan abadi.
Yang bertahan hingga puncak
hanyalah insan PEMBELAJAR sejati.

WAKE UP!!
Jadilah diri sendiri
Belajarlah berhenti melihat orang lain
selalu lebih hebat

DEWASA-lah
Karena menjadi tua adalah pasti,
menjadi dewasa adalah pilihan

Kendurkan tarikan
dan ikatan masa lalu
Siagakan diri songsong hari esok

BELAJARLAH ...
Hargai setiap detik yang berlalu
Maknai setiap nafas yang terhirup
Yakini setiap langkah yang terayun
Jiwai setiap pilihan jatuh

MELANGKAHLAH...
Karena jejak jutaan langkah bermula
dari langkah pertama

MAJULAH...
Raih Kehidupan yang lebih baik ..

*Youtube - klip motivasi
Semoga Allah senantiasa mencurahkan berkat dan RahmatNYA kepada anda semua, hingga setiap nafas, setiap ucapan, setiap langkah perbuatan yang anda lakukan senantiasa mendapatkan Ridho dari Allah SWT..

_Surah At-Taubah ayat 129_
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

Cintailah



Temukanlah cinta anda....
bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang2 yang bekerja disana. Rasakanlah kegembiraan dalam pertemanan itu, sehingga pekerjaan pun menjadi menggembirakan.
Bila anda tidak bisa mencintai rekan2 kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. hal ini mungkin mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

hmmm masih juga anda tidak bisa melakukannya?, maka cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yg menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda ; tanaman penghias, cicak di atas dinding, awan dibalik dinding atau apa saja yg bisa membuat anda senang. Apa saja!!!

Bila anda tak menemukan yg bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda disitu??? Tak ada alasan bagi anda u/ tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus..

Cinta adalah sesuatu yang bersemayam dalam hati yang terdalam, bukanlah sesuatu yg dipaksakan..

Usaha dan kerja keras



pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer dimulai dari satu langkah. sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari rangkaian langkah-langkah kecil. dan langkah yang paling baik adalah dimulai dari rumah anda.. rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali.
kare...na itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda....

karena.....

"ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda"

Jumat, Mei 14, 2010

FRUSTASI??? ga lah yau...


Assalamualaikum.Warahmatullohi wabarokatuh.. Saudara/i ku yang kucintai karena Allah..
Berikut ini kiriman dari seorang sahabat... semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala
cinta...


>>>KENAPA AKU DIUJI?<<<

*Surah Al-Ankabut ayat 2-3

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah
menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

>>>KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?<<<

*Surah Al-Baqarah ayat 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

>>>KENAPA UJIAN SEBERAT INI?<<<

*Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

>>>RASA FRUSTASI?<<<
*Surah Al-Imran ayat 139
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

>>>BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?<<<
*Surah Al-Imran ayat 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

>>>BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?<<<
*Surah Al-Baqarah ayat 45
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

>>>APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?<<<
*Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

>>>KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?<<<
*Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

>>>AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!<<<
*Surah Yusuf ayat 87
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

*Surah An-Nisaa' ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Saudara/i ku, Mari Kita terus memperbaiki diri kita..untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita.
Dengan torehan kemuliaan dan semangat yang pantang menyerah..
Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.. selama Allah SWT menjadi"..JUST THE ONE goal.." Insya Allah akan bahagia, sebagaimana doa yang selalu terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akherat..
AAmiin....

Kamis, Mei 13, 2010

dari teman ke teman lainnya




Terkadang ada saat-saat dalam hidupketika engkau merindukan seseorangbegitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat!


Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka; tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna. Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum,sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan ntuk mengubah hari gelap menjadi terang.Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum

Angankan apa yang engkau ingin angankan;pergilah kemana engkau ingin pergi;jadilah seperti yang engkau kehendaki,sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum,cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

Mereka yang paling berbahagia tidaklah harusmemiliki yang terbaik dari segala sesuatu;mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapatdiraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu; engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hinggaengkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu


Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Tag atau Kirimkan gambar dan pesan ini kepada mereka yang berarti bagimu (aku baru saja melakukannya);kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara;kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya;kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh;kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai;kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.


Jika engkau tidak mengirimkannya, janganlah khawatir,tak ada hal buruk yang akan menimpamu;hanya saja engkau kehilangan satu kesempatanuntuk menyemarakkan hari seseorang dengan pesan ini!!!Jangan hitung tahun-tahun yang lewat,hitunglah saat-saat yang indah &.Hidup tidak diukur dengan banyaknya napas yang kita hirup;Melainkan dengan saat-saat di mana kita menarik napas bahagia