Rabu, Mei 07, 2014

IRONI SHOLAT SUBUH, MARI KITA RENUNGKAN!

*ada seorang ustad yang giat berdakwah menyerukan tegaknya syariat islam. Herannya dia tidak pernah bisa ditemui saat sholat subuh di masjid. Saat ditanya kemana, dengan ringan dia menjawab : "pekerjaan menuntut saya bekerja lebih lama, sehingga waktu tidur saya terlambat. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun"
????????????
*Ada seorang kawan yang menyetel alarm untuk bangun tengah malam, demi pertandingan liga champion, tetapi tidak pernah dilakukan untuk bangun sholat subuh. Gilanya lagi, banyak orang yang menyetel alarm jam 6 pagi. Kenapa tidak jam 4 pagi?
????????!?
*ketika harus masuk kerja jam 8 pagi, apakah kita rela bangun lebih pagi agar bisa tiba tepat waktu di kantor?? Apalagi bagi yang tempat tinggalnya jauh, mampu kah kita bangun lebih pagi agar tidak terlambat?
Atau anda akan selalu meminta ijin kepada pimpinan setiap hari karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk datang pagi-pagi?
Mengapa kita tidak berani minta ijin kepada atasan kita padahal dia manusia biasa. Sementara kita begitu mudahnya "meminta ijin" kepada Allah, yang telah menciptakan kita dan juga pimpinan kita, untuk terlambat mendirikan sholat subuh??
?????
*coba renungkan!! Kalau ada orang kaya yang berjanji memberikan uang100 juta jika datang ke rumahnya tepat jam 5 pagi, apakah kita akan mendatanginya? Atau apakah kita menolak hanya karena tidak bisa mengatur waktu bangun tidur? Sesungguhnya permasalahannya kembali kepada kemauan :"KITA MAU ATAU TIDAK!!!"
?????
"sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh, sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak." (HR : Bukhari dan muslim)

Minggu, Maret 02, 2014

Pemuda Ini Pernah Bertemu dengan Dajjal

Akhwatmuslimah.com – Ada baiknya kita awali kisah ini dengan membahas hakekat Dajjal, karena tidak semua tahu siapa Dajjal, sebagian lagi menyangka Dajjal hanyalah sebuah simbol, atau sesuatu yang tidak berwujud dan tidak memiliki hakekat.
Dajjal adalah sesosok laki-laki dari anak Adam yang memiliki sejumlah sifat sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam banyak menyebutkan Dajjal beserta sifat-sifatnya agar manusia mengetahui dan berhati-hati dari makhluk ini, sehingga apabila kelak ia muncul, kaum mukminin dapat mengenalnya serta tidak terfitnah olehnya.
Bahkan karena besarnya fitnah Dajjal, Rasulullah berwasiat untuk kita selalu berlindung dari kejelekannya di setiap akhir shalat sesudah tasyahhud akhir. Rasulullah bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara. Ucapkan: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dan dari adzab kubur dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejelekan titnah Al-Masih Ad-Dajjal. Kemudian berdoalah untuk dirinya apa yang tampak baginya (untuk dia minta).” (HR. Muslim, Abu ‘Awanah, An-Nasai dan Ibnul Jarud)
Aisyah Ra, mengabarkan bahwa Rasulullah saw selalu berdoa dalam shalat: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari siksa kubur. Dan aku berlindung kepada Mu dari fitnah Al-Masiih Dajjal. Dan aku berlindung kepada Mu dari fitnah ketika hidup dan fitnah setelah mati. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari dosa dan hutang.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Diantara sifat Dajjal, dia adalah seorang pemuda. Kulitmya merah, berbadan besar, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, mata sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa’, ra’ secara terpisah, atau tulisan “kafir”, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak. Semua sifat-sifat ini disebutkan dalam sabda-sabda Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.
Apakah makhluk ini sudah ada wujudnya? Dimanakah ia sekarang? Kisah Tamim Ad-Dari Ra akan menjawab pertanyaan ini…
Tamim Ad-Dari Shahabat Yang Pernah Berjumpa Dajjal
Tamim Ad Dari adalah orang yang pernah bertemu dengan Dajjal, sesungguhnya Dajjal sudah ada sejak Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masih hidup, namun ia dibelengguh oleh Allah subhanahu wata’ala di suatu tempat. Tamim Ad Dari adalah seorang nasrani namun ia mendatangi Rasulullah untuk berbaiat dan masuk islam dan menceritakan semua kejadian yang ia lihat mengenai Dajjal, namun Rasulullah sudah mengetahui tentang Dajjal sebelum disampaikan langsung oleh Tamim Ad Dari. Berikut kisahnya :
Dari Fatimah binti Qois ia berkata, “Aku mendengar penyeru Rasulullah`Shallallahu’alaihi wasallam menyeru, ‘Ash Sholatu jaami’ah !’ Lalu aku pun keluar menuju masjid dan sholat bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Aku berada pada shof wanita yang ada di belakang laki-laki secara langsung. Maka tatkala Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah menyelesaikan sholatnya beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa seraya bersabda “Hendaklah setiap orang duduk di tempatnya masing-masing.”
Kemudian beliau bersabda, “Tahukah kalian mengapa aku mengumpulkan kalian? Mereka menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidaklah mengumpulkan kalian untuk memberikan anjuran atau ancaman. Akan tetapi, aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari tadinya adalah seorang Nashrani lalu ia datang untuk berbaiat dan masuk islam. Ia menceritakan kepadaku dengan cerita yang sesuai dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Al Masih Ad Dajjal.
Ia bercerita kepadaku bahwa ia berlayar dengan menggunakan kapal laut bersama tiga puluh orang dari Bani Lakhom dan Judzam, lalu badai mengombang-ambing mereka selama sebulan lamanya. Kemudian mereka berlabuh di sebuah pulau yang berada di tengah laut hingga matahari terbenam. Mereka pun duduk disampan-sampan kecil dan masuk ke dalam pulau. Disana mereka bertemu dengan makhluk ahlab (yang berambut banyak dan sangat tebal) yang dipenuhi dengan bulu yang tidak diketahui mana depan dan belakangnya karena sangat banyak rambutnya, mereka berkata, “Apakah engkau ini? Ia berkata, ” Aku adalah Jassasah.” Mereka bertanya kembali,”Aapakah Jassasah itu?” Ia berkata, “Wahai kaum! pergilah kepada orang yang berada di addair (rumah ibadah) itu, karena ia sangat ingin mengetahui kabar kalian.”
Tamim berkata, “Ketika Jassasah menyebutkan kepada kami (tentang) seseorang, kami merasa takut jika ia adalah setan wanita, lalu kami pun pergi dengan cepat hingga masuk ke dalam addair. Ternyata di dalamnya terdapat orang yang sangat besar badannya yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Ia terikat dengan kuat, kedua tangannya disatukan dilehernya dan antara dua lutut sampai dua mata kakinya dengan besi.Kami berkata,”Celaka, apakah engkau ini?” Ia berkata, “Kelak kalian akan mengetahui kabarku, maka kabarkan kepadaku siapakah kalian?” Mereka berkata,” Kami berasal dari bangsa Arab. Tadinya kami berlayar dengan kapal laut, tiba-tiba datanglah badai hingga mengombang-ambing kami selama sebulan, kemudian kami berlabuh ke pulaumu ini. Lalu kami duduk di sampan-sampannya dan masuk ke dalam pulau dan bertemu dengan mahluk yang dipenuhi dengan bulu, sehingga tidak diketahui mana depan dan belakangnya. “Kami berkata, “Apakah engkau ini?” Ia menjawab, “Aku adalah Jassasah .” Kami berkata, “Apakah Jassasah itu?” Ia berkata, “Pergilah kepada orang ini yang berada di dalam addair karena ia sangat ingin mengetahui kabar kalian.”Maka kami segera pergi kepadamu dan merasa takut darinya. Jangan-jangan ia adalah setan.”
Lalu Dajjal berkata, “Kabarkan kepadaku mengenai pohon kurma yang berada di Baisan (Yaqut Al Hamawi berkata, Ia adalah sebuah kota yang berada di Yordania dan terletak di semenanjung Syam, ada yang berkata bahwa ia adalah lidahnya bumi yang terletak antara Hauron dan Palestina). Kami berkata, “Mengenai apanya? Ia berkata,” Mengenai pohonnya, apakah masih berbuah?” Kami berkata, “Ya, Masih.” Ia berkata,”Sesungguhnya hampir-hampir ia tidak berbuah lagi.”
Ia kembali bertanya, “Kabarkan kepadaku tentang danau Thobariyah!” Kami berkata, “Mengenai apanya?” Ia berkata, “Apakah masih ada airnya?” Mereka menjawab, “Airnya masih banyak.” Ia berkata, “Sesungguhnya hampir-hampir airnya akan habis.”
Ia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku mengenai mata air Zughor (Kota kecil yang terkenal di kota Syam)!” Mereka berkata, “mengenai apanya? Ia berkata, “Apakah masih ada airnya dan apakah penduduknya masih mengairi tanamannya dengan mata air itu?” Kami berkata,”Ya, airnya banyak dan penduduknya masih mengairi tanamannya dengan mata air tersebut.”
Ia berkata, “kabarkan kepadaku tentang seorang Nabi yang ummiy, apa yang telah ia lakukan?” mereka berkata,”Ia telah keluar dari Makkah dan pergi ke Madinah.”
Ia berkata, “apakah orang-orang Arab memeranginya?” Kami berkata “Ya.”
Ia berkata, “Lalu apa yang ia lakukan terhadap mereka.” Lalu kami mengabarkan kepadanya bahwa Nabi itu telah menguasai daerah sekitar Madinah dan ditaati.”
Ia berkata, “Itu sudah terjadi?” kami berkata “Ya.”
Ia berkata, “Sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka untuk mentaatinya, dan sesungguhnya aku akan mengabarkan tentang diriku. Aku adalah Al Masih dan sesungguhnya sebentar lagi aku akan keluar dan mengelilingi bumi. Tidak ada satu daerah pun kecuali aku datangi selama empat puluh malam kecuali Makkah dan kota Thoyyibah (Madinah). Sebab keduanya diharamkan. Acap kali aku ingin memasuki salah satu dari kota tersebut, para malaikat menghadangku dengan menghunuskan pedangnya untuk mencegahku, dan pada setiap jalan masuk terdapat malaikat yang menjaganya.”
Fatimah berkata,”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di mimbar, “Kota ini adalah Thoyyibah, yakni Madinah. Bukankah aku telah menyampaikannya kepada kalian?” Orang-orang menjawab, “Ya” (Rasulullah berkata), “Aku sungguh heran dengan hadits Tamim Ad Dari yang sesuai dengan yang aku ceritakan kepada kalian dan tentang Makkah dan Madinah. Ketahuilah bahwasanya ia berada di laut Syam atau Yaman, lalu ia keluar dari arah Timur, dari arah Timur. Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Timur.” Fathimah berkata, “Aku hafal kisah tersebut dari Rosulullah Shallallahu’alaihi wasallam.” (HR. Muslim).

Selasa, Januari 07, 2014

KUPANJATKAN CINTAKU PADAmu


Istriku, cintaku padamu seperti 'harnest' nyaman, tenang dan tak ada kekhawatiran bersamamu rasanya savety selalu bila denganmu

Cintaku padamu Seperti karmantel berkilo-kilo newton beban tetap tidak friksi dan putus, kokoh kuat walaupun banyak beban yang menghantam..

Cintaku seperti carabiner ketika terkunci dg baik rasanya aman, bahagia, tentram, sakinah mawaddah warahmah ketika kita berdua sudah terkunci oleh ikatan yang kokoh (pernikahan)

Cintaku padamu seperti 'auto stop dan figure 8' tahu betul kapan saatnya kita bergerak bersama dan berhenti sejenak untuk menikmati kehidupan yang indah ini bersamamu

Seperti 'helmet' selalu melindungi dan menaungimu kapanpun kau mau..

Cintaku seperti 'webbing dan juga prusik' kecil tapi kuat, di luar tampak biasa2 saja tapi kekuatannya luar biasa, begitu juga cintaku tak bisa di jabarkan dengan kata-kata

Sayang, cintaku padamu seperti 'ascender dan juga descender' nyaman ketika di genggam aman digunakan untuk naik dan turun, begitu juga cintaku tentram rasanya ketika menggengam tanganmu

cintaku juga seperti pulley, beban seberat apapun menjadi ringan, sama sepertimu cintaku, persoalan dan masalah2 yg berat terasa ringan bersamamu

Tidak lupa cintaku juga seperti 'grigri' rajin membelaymu... **eaaaa

Jumat, Mei 31, 2013

Menikahlah

Seorang yang mendaki gunung-gunung yang tinggi tetapi belum menikah itu ibarat seorang pendaki yang tersesat di Jl. Gunung Sahari #eeh

Seorang penjelajah yang telah menjelajahi belahan bumi barat, selatan, utara dan timur akan tetapi belum menikah itu ibarat seorang yang tersesat tak tentu arah karena sudah jauh kemana2 tapi tak tahu gerangan dimanakah KUA itu berada #eaaaa

Seorang ilmuwan yang menemukan sesuatu yang mencengangkan dunia tetapi belum menikah itu ibarat seorang yang pergi ke pasar tanpa tahu ia mau membeli(menemukan) apa?'?! #uhuk

Seorang pengusaha kaya yang bisa membeli segalanya tetapi belum menikah itu, seperti orang termiskin se-asia karena ia tidak bisa memenuhi kebutuhan biaya di KUA yang sebesar Rp. 30.000,- #eaaaa promosi kua

Maaf kawan jangan malah ya!!!!^__^

Selasa, Mei 07, 2013

Save KPK

KPKi itu... Komunitas Pecinta Koruptor indonesia, ngomongnya tiap hari tentang koruptor, tapi tiap hari koruptor bisa berkeliaran dimana-mana tanpa ada yg ditangkap bahkan udah jadi tersangka masih bisa rekreasi #namanya juga Pecinta eeh

KPKi itu... Bentar dulu, selama ini KPK udah berbuat apa ya untuk para koruptor, eh salah untuk negeri ini?? KPKi itu... Kelompok Pembela Koruptor indonesia..

KPKi itu... Kelompok Perlawanan Keadilan indonesia, alih-alih menegakkan Keadilan eh malah bersekongkol melawan keadilan "yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan" #mikir

KPKi itu.. Kelompok penyembunyi Kasusindonesia, helllo apa kabar kasus century? BLBI?? Sembunyi dimana,disembunyikan dimana yah? ::mewek

KPKi itu... Kelompok Penyita Kepunyaanoranglain indonesia, hebatnya dia bisa menyita barang-barang milik orang lain sesukanya tanpa surat penyitaan dan lain-lain..

KPKi itu kelompok penghabis Kekayaannegaraindonesia,
Jumlah kerugian negara :
kasus centuri 6700Miliar,
kasus hambalang 243 miliar,
kasus simulator 121 miliar,
kasus sapi : Rp. 0,-
Untuk menuntaskan itu semua negara membayar pimpinan KPK: Rp. 63-70 Juta/orang/bulan sesuai PP 36/2009. Wowwww udah dapet apa KPK selama ini?? KOTAK SEPATU??? :D

#saveKPk
#AKUSAYANGKPK yang sesungguhnya komisi pemberantas korupsi (aamiin)

Minggu, Mei 05, 2013

Sebelum 6 mei 1 tahun yang lalu

Sebelum 6 mei 1 tahun yang lalu, aku bukanlah siapa2, saat ini siapa2 bukanlah aku #gak nyambung :D
Udah ah mau nulis nih... :p
#akad_nikah

Sebelum 6 mei 1 tahun yang lalu, sering berkata kepada sahabat yg bertanya "mana istrinya ?" Ku jawab :"masih di lawh mahfuzh nunggu di jemput..." #sah

Sebelum 6 mei 1 tahun yang lalu, kehidupan ku terarah tapi seperti tak berketujuan, layaknya sebuah kapal di atas samudera luas yang terombang ambing diterpa gelombang kapal terus berlayar tapi hanya untuk terbebas dari terpaan gelombang tersebut tanpa tahu ia harus kemana #1/2dien

Dulu sebelum 6 mei 1 tahun yang lalu, makan ketoprak 1 piring lebih rasanya kurang, sekarang makan ketoprak sepiring berdua dengan 'dia' sudah cukup kenyang, mungkin karena saat seseorang lapar ia kekurangan zat gula yg banyak mengandung kalori, dan makan ketoprak walaupun sepiring berdua dengan 'dia' rasanya lambungku seperti tidak kekurangan unsur gula karena 'dia' yg begitu manis menemaniku.karena sesungguhnya rasa lapar itu bukan diperut, tapi di hati. Apabila hati sudah kenyang si perut manggut-manggut#ketenangan hati

Sebelum 6 Mei 1 tahun yang lalu, sudah berulang kali ku berikhtiar agar bisa tulang rusukku yang masih di lawh mahfuzh itu dapat ku jemput, mencoba menyamakan antara keinginanku yg ku realisasikan dalam ikhtiar cinta dengan takdir Allah yang telah tertulis dengan rapih. Merayu dan bersimpuh kepada Allah agar Allah meridhoi langkahku agar usahaku tidak sia-sia#Ridho Allah

Sebelum 6 Mei 1 tahun yang lalu, aku menyadari Kuasa Allah atas setiap makhluknya. "tidak akan Allah menciptakanku dengan sia-sia bahkan seekor nyamuk pun banyak faedahnya untuk manusia, kulantunkan doa sebagai penyemangatku untuk mendapatkan istri sholeha : "ya Allah mudahkanlah urusanku ini sebagaimana Engkau mudahkan aku berada di dunia ini"#Rahmat Allah

Sebelum 6 Mei 1 tahun yang lalu, aku menyadari sekeras apapun usahaku untuk mendapatkan sesuatu jika Allah tidak berkehendak, maka tak akan aku dapatkan.. Hingga hari yang dinanti itu tiba dan kurasakan bersamanya surga sebelum surga (aamiin) sampai saat ini, Sepenggal firdaus itu nyata bersamamu   #Surga Firdaus

6 Mei 1 tahun yang lalu, akad nikah sah mendapatkan 1/2 dien, ketenangan hati, ridho dan Rahmat Allah serta insya Allah mendapatkan surga firdausNya kelak... Aamiin

@kantor_6 mei 2013 15.00 nunggu ashar

Hepi anniversary...

Kamis, Mei 02, 2013

SALAM STW

Sabtu, April 27, 2013

* 32 Cara Berbakti kepada Orangtua *____

_____

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.

2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.

3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.

4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.

5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.

6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.

7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).

8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.

9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.

10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.

11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.

12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.

13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.

14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.

15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.

16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.

17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.

18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.

19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.

20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.

21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua. 22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.

23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.

24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.

25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.

26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.

27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.

28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.

29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.

30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.

31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan, “Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”.

________________________________________ .....^__^ Diterjemahkan dari Kitab Kaifa Nurabbi Auladana. Oleh: Asy Syaikh Muhammad Jamil Zainu —

Selasa, April 23, 2013

Teruntuk dia yang kucintai karena Allah (istri Sholehaku) <3

Assalamualaikum.wr.wb
Teruntuk istriku,
Apa kabar imanmu hari ini istriku? ^_^
Istriku masih teringat dalam ingatanku ketika kau memutuskan untuk mau berkenalan denganku dan menerima lamaranku dengan keyakinan yang mantap. Waktu itu aku berfikir atas dasar apa kamu mau menerima ku dan tidakkah engkau cemburu dengan gunung-gunung goa dan keindahan alam lainnya yang engkau tau bahwa aku menyukainya.. Dan ternyata firasat cintamu begitu kuat, rupanya engkau sadar bahwa dirimu terlalu indah dibanding keindahan yang ada, karena engkau lah perhiasan dunia engkaulah istri sholeha. Bagaimana mungkin aku lebih menyukai yang lain sedang perhiasan terindah dunia ada di dirimu istriku <3

Istriku tahukah engkau banyak hal terindah bersamamu yang begitu membekas di dalam hati, ya ada suka, ada senang, gembira, ceria, sedih juga ada tapi kita berhasil mengemasnya menjadi sebuah kebahagian, sepertinya 'sepenggal firdaus' sudah aku dapatkan bersamamu :-*
Iya bener istriku, sepenggal firdaus hadir dikala kau sambut aku sepulang kerja dengan senyuman, kau siapkan masakan kesukaan yang kau masak dengan penuh cinta
Sepenggal firdaus terasa sangat ketika kau bangunkan aku dengan lembut di sepertiga malam dan kita bermunajat bersama untuk mencuri perhatian Allah
Sepenggal firdaus itu sangat terasa saat kita saling mengkoreksi amalan harian kita, saling menguatkan dalam kebaikan dan amal sholeh
Inilah mungkin yang dikatakan surga sebelum surga.. Aamiin

Istriku tentu kau ingat surat pertama yang kau tuliskan(waktu aku milad) yang hampir penuh 1 folio kertas dimana setiap kata yang kau tulis membuat perasaan yang ada dalam hatiku sungguh terharu biru,  menggebu-gebu, sambil ::malu:: tapi penuh cinta <3
diantaranya yang kau tulis adalah :

.....
Suamiku, tidak ada yang aku inginkan dari pernikahan ini melainkan kebaikan saja. Siapa dirimu, lebih atau kurangnya, keberkahanlah yang aku inginkan dari pernikahan ini. Jika nanti engkau melihat banyak kekurangan pada diriku, itulah aku sebagai manusia biasa yang pernah salah dan dosa, dan jika nanti engkau melihat kelebihan pada diriku, maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepadamu.
(dst.... Gak tega ama yg bujang kalo diteruskan :p)

Benar istriku kebaikanlah yang kita harapkan dari pernikahan sehingga keluarga yang sakinah mawaddah warahmah kita dapatkan bersama. Aamiin

Istriku sadarkah kau sayang, ternyata kekurangan akan suatu hal yang ada di diriku dapat ditutupi oleh kelebihan yang kau miliki begitupun sebaliknya, begitulah pernikahan ya saling melengkapi satu sama lain. Sama halnya dengan sebuah amal kebajikan yang bisa menutupi atau menghapus keburukan yang dilakukan. Jadi inget ama hadits arbain yg ke-18,

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal r.a dari Rasulullah SAW beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.

(Hadits Riwayat Turmuzi)

Masih ingatkah kau juga istriku, tulisanku setelah membaca surat pertamamu?

......
Istri ideal itu bukan pendaki gunung atau pemanjat tebing, bukan penelusur goa, bukan ahli rafting, bukan yang mahir keuangan, bukan yang jago matematika, bukan ahli IT, bukan pakar metafisika, bukan dan tidak harus dokter, bukan siapa-siapa dan tidak harus siapa-siapa

Istri ideal itu adalah DIA yang Allah pilihkan untuk siapapun dia...

Walaupun simple tapi banyak juga loh yg copaste ni tulisanku ::malu

Ya istriku sejatinya engkau lah yang Allah pilihkan untukku, engkau lah yang Allah tuliskan di lawh mahfuzh sebagai pendampingku.

Istriku tak terasa satu tahun yang lalu ikatan suci itu terikrar, semoga tulisan sederhana ini mengingatkan kita akan tujuan utama bahtera rumah tangga ini yaitu kebaikan. Kebaikan yang akan menghantarkan kita menuju firdausNya

Sesungguhnya tugas aku di dunia ini sebagai seorang suami adalah mewujudkan sakinah mawaddah warahmah dalam keluarga kita dan tugas akhir di akherat kelak adalah menjaga keluarga kita beserta anak2 kita kelak agar terbebas dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga... 

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan

keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah

manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang

kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap

apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu

mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim

[66]:6)

ﺭ َ ﺑ  ﻨﹷﺎ ﻫﹷﺐ ْ  َ ﻨﹷﺎ ﻣ ِ ﻦ ْ ﺃﹶﺯ ْ ﻭ َ ﺍﺟﹻﻨﹷﺎ ﻭ َ ﺫﹸﺭ  ﻳ  ﺎﺗ ِ ﻨﹷﺎ ﻗﹹﺮ  ﺓﹶﺃﹶﻋ ْ ﻴ ُ ﻦٍ ﻭ َ ﺍﺟْﻌ َ ْﻨﹷﺎ ﻟ ِ ْﻤ ُ ﺘﳲﻘ ِ ﻴﻦ َ ﺇ ِ ﻣ َ ﺎﻣ ً ﺎ

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)

Artinya: “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Lihat Al Quran surat Al Furqan:74.

Tetaplah menjadi istriku yang sholeha
Aku pun akan berusaha menjadi suami sholehmu

Wassalamualaikum

-DAM-

Selasa, Februari 14, 2012

Dokumentasi “14 Februari Hari Menutup Aurat”

Dokumentasi “14 Februari Hari Menutup Aurat”
Berikut ini adalah dokumentasi dan karya dengan tajuk “14 Februari Hari Menutup Aurat” yang dikumpulkan Fimadani dari berbagai sumber.

Victoria Park, Hongkong

hongkong
hongkong
hongkong
hongkong

Pulau Pinang, Malaysia





Selangor, Malaysia



Payakumbuah




Palu & Sulawesi Tengah




Pekanbaru, Riau




Bangkalan, Madura



Muslim UGM, Yogyakarta





Student Act (SA) Sekolahalam Bintaro



Fadilannisa


Nunuchan


Yudha Yuliardi


Zaphere Studio




http://www.fimadani.com/dokumentasi-14-februari-hari-menutup-aurat/

Senin, Februari 13, 2012

Rahasia Warna Langit Ketika Waktu Shalat

Posted by Sholat, Yuk! at 02:55

“Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.



Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.”

oooh pantesan… hawa setan ternyata.. Berikut hasil search lengkapnya :

1. Waktu Subuh
Suka perhatiin ga, kalau waktu selepas subuh apalagi menjelang siang, warna langit itu (kalau cerah) berwatna biru yang diselingi dengan merah (orange) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang mau terbit.

Dalam islam tidur setelah subuh itu ga boleh gan karena akan ketinggalan rizki. Seperti Sabda Rasulullah,
“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya”
(HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih
At-Targhiib waTarhiib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karana warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah seseorang itu akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.

Pada Waktu Subuh Alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rizki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rizki.
Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Disini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.

Bermulanya saat azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

2. Waktu Dzuhur
Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan yang terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini adalah mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunah Senin dan
Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.

3. Waktu Ashar
Kemudian warna alam akan berubah kepada warna orange, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar dipakai buat tidur.

4. Waktu Magrib
Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.

5. Waktu Isya
Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem
tubuh berada dalam keadaan relax / istirahat.

http://jamaahmasjid.blogspot.com/2012/02/rahasia-warna-langit-ketika-waktu.html

Sabtu, Februari 11, 2012

E-Book Sehari Di Kediaman Rasulullah

E-Book Sehari Di Kediaman Rasulullah

Ebook yang diambil dari kitab Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, oleh : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim ini adalah salah satu upaya memperkenalkan biografi dan seluk beluk kehidupan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dengan metode yang ringkas dan praktis. Kehidupan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah kehidupan yang penuh teladan bagi umat, acuan dakwah sekaligus sebagai pedoman hidup. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah teladan dalam ketaatan, dalam beribadah dan berakhlak yang mulia. Teladan dalam bermuamalah yang baik dan dalam menjaga kehormatan dan kemuliaan. Cukuplah pujian Allah Subhannahu wa Ta'ala atas beliau sebagai buktinya, Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4)

Jumat, Februari 10, 2012

"Kalau dunia mau aman, maka pindahkan zionisme ke planet lain"

"Kalau dunia mau aman, maka pindahkan zionisme ke planet lain"

Gilad Atzmon Syafii Maarif
"Kalau dunia mau aman, maka pindahkan zionisme ke planet lain". Demikian kata-kata yang diucapkan Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Kata-kata itu diucapkannya ketika berpidato dalam peluncuran buku ‘Gilad Atzmon: Catatan Kritikal tentang Palestina dan Masa Depan Zionisme’, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (6/2) malam.

Kata-kata itu didapati Buya, sapaan akrab Syafii Maarif, setelah berkenalan dengan Gilad Atzmon melalui pesan elektronik atau email. Gilad Atzmon adalah bekas serdadu angkatan udara Israel.

Dalam perkenalan itu, Buya terinspirasi oleh perjuangan Gilad yang juga keturunan petinggi militer Israel. Gilad, kata Buya, saat ini telah keluar dari 'kegelapan', yakni menjajah rakyat Palestina. "Ia (Gilad) memilih untuk hijrah ke London dan mengkampanyekan (membongkar) kekerasan yang dilakukan zionis kepada dunia," kata Buya.

Dalam perjalanannya itu, jelas Buya, Gilad menolak pemersatuan dua negara, antara Palestina dengan Israel. Sebab, kata dia, konsep tersebut tidak akan membawa dampak perdamaian bagi bangsa Palestina.

Selain itu, sambung Buya, Gilad juga memberi gambaran bahwa zionis itu berbeda dengan Yahudi. “Karena itu, paham anti-semitisme bukan berarti Yahudi,” kata Buya.

Menurut budayawan Indonesia, Franz Magnis Suseno, apa yang tertulis dalam buku Gilad Atzmon karya Ahmad Syafii Maarif itu dapat memberikan sumbangan pemikiran baru bagi dunia. Sebab, kata dia, selama ini kita mengetahui dan mempersamakan zionis dengan Yahudi.

Frans juga sependapat jika konsep dua negara tidaklah akan membawa perubahan dan perdamaian.

"Israel tak pernah menunjukkan keseriusannya untuk menghentikan penjajahannya. Walaupun sudah banyak perjanjian damai dan juga resolusi dari PBB, namun Israel selalu mengindahkannya,” ungkap Frans.


----
- http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/07/lz12qb-terinspirasi-yahudi-syafii-maarif-enyahkan-israel-dunia-aman

- http://www.gilad.co.uk/

Kamis, Februari 09, 2012

Shallu ‘Alan Nabi


Apa yang Tuan pikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia, yang lahir dan dibesarkan dicelah-celah kematian demi kematian orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika tak seorangpun mampu menguratkan kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Ia produk ta’dib Rabbani (didikan Tuhan) yang menantang mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan namanya, saat muaddzin mengumandangkan suara adzan.

Di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia akan makan dilantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Tak seorang pembantunya pun mengeluh pernah dipukul atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda rumah.

Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan menantu tercintanya, Fatimah Azzahra dan Ali bin Abi Thalib. Fathimah merasakan kasih sayangnya tanpa membuatnya jadi manja dan hilang kemandirian. Saat Bani Makhzum memintanya membatalkan eksekusi atas jenayah seorang perempuan bangsawan, ia menegaskan; “Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, apabila seorang bangsawan mencuri mereka biarkan dia dan apabila yang mencuri itu seorang jelata mereka tegakkan hokum atas-nya. Demi Allah, seandainya Fathimah anak Muhammad mencuri, maka Muhammad tetap akan memotong tangannya.”

Hari-harinya penuh kerja dan intaian bahaya. Tapi tak menghalanginya untuk lebih dari satu dua kali berlomba jalan dengan Humaira, sebutan kesayangan yang ia berikan untuk Aisyah binti Abu Bakar Assidiq. Lambang kecintaan, paduan kecerdasan dan pesona diri dijalin dengan hormat dan kasih kepada Asshiddiq, sesuai dengan namanya “si Benar”. Suatu kewajaran yang menakjubkan ketika dalam sibuknya ia masih menyempatkan memerah susu domba atau menambal pakaian yang koyak. Setiap kali para sahabat atau keluarganya memanggil ia menjawab: “Labbaik”. Dialah yang terbaik dengan prestasi besar di luar rumah, namun tetap prima dalam status dan kualitasnya sebagai orang rumah”.

Di bawah pimpinannya, laki-laki menemukan jati dirinya sebagai laki-laki dan pada saat yang sama perempuan mendapatkan kedudukan amat mulia.”Sebaik-baik kamu ialah yang terbaik terhadap keluarganya dan akulah orang terbaik diantara kamu terhadap keluargaku. Tak akan memuliakan perempuan kecuali seorang mulia dan tak akan menghina perempuan kecuali seorang hina.” Demikian pesannya.

Disela 27 kali pertempuran yang digelutinya langsung (ghazwah) atau dipanglimai sahabatnya (sariyah) sebanyak 35 kali, ia masih sempat mengajar Al-Qur’an, sunnah, hukum, peradilan, kepemimpinan, menerima delegasi asing, mendidik kerumahtanggaan bahkan hubungan yang paling khusus dalam keluarga tanpa kehilangan adab dan wibawa. Padahal, masa antara dua petempuran itu tak lebih dari 1,7 bulan.

Setiap kisah yang dicatat dalam hari-harinya selalu bernilai sejarah. Suatu hari datanglah ke masjid seorang Arab gunung yang belum mengerti adab di masjid. Tiba-tiba ia kencing di lantai masjid yang berbahan pasir. Para sahabat sangat murka dan hampir saja memukulnya. Sabdanya kepada mereka : “Jangan, biarkan ia menyelesaikan hajatnya.” Sang Badui terkagum, ia mengangkat tangannya, “Ya Allah, kasihilah aku dan Muhammad. Jangan kasihi seorangpun bersama kami.” Dengan tersenyum ditegurnya Badui tadi agar jangan mempersempit rahmat Allah.

Ia kerap bercengkerama dengan para sahabatnya, bergaul dekat, bermain dengan anak-anak, Bahkan memangku balita mereka di pangkuannya. Ia terima undangan mereka: yang merdeka, budak laki-laki atau budak perempuan, serta kaum miskin. Ia jenguk rakyat yang sakit jauh di ujung Madinah. Ia terima permohonan maaf orang.

Ia selalu lebih dulu memulai salam dan menjabat tangan siapa yang menjumpainya dan tak pernah menarik tangan itu sebelum sahabat tersebut yang menariknya. Tak pernah menjulurkan kaki di tengah sahabatnya hingga menyempitkan ruang bagi mereka. Ia muliakan siapa yang datang, kadang dengan membentangkan bajunya. Bahkan ia berikan alas duduknya dan dengan sungguh-sungguh ia panggil mereka dengan nama yang paling mereka sukai. Ia beri mereka kuniyah (sebutan bapak atau ibu si Fulan). Tak pernah ia memotong pembicaraan orang, kecuali sudah berlebihan. Apabila seseorang mendekatinya saat ia shalat, ia cepat selesaikan shalatnya dan segera bertanya apa yang diinginkan orang itu.

Pada suatu hari dalam perkemahan tempur ia berkata: “Seandainya ada seorang saleh mau mengawalku malam ini”. Dengan kesadaran dan cinta, beberapa sahabat mengawal kemahnya. Di tengah malam terdengar suara gaduh yang mencurigakan. Para sahabat bergegas ke sumber suara. Ternyata ia telah ada disana mendahului mereka, tegak diatas kuda tanpa pelana, “Tenang, hanya angin gurun,” hiburnya. Nyatalah bahwa keinginan ada pengawal itu bukan karena ketakutan atau pemanjaan diri, tetapi pendidikan disiplin dan loyalitas.

Ummul Mukminin Aisyah ra. berkata: “Rasulullah SAW wafat tanpa meninggalkan makanan apapun yang bisa dimakan makhluk hidup, selain setengan ikat gandum di penyimpananku. Saat ruhnya dijemput, baju besinya masih digadaikan kepada seorang Yahudi untuk harga 30 gantang gandum.”

Sungguh ia berangkat haji dengan kendaraan yang sangat sederhana dan pakaian tak lebih harganya dari 4 dirham, seraya berkata, “Ya Allah, jadikanlah ini haji yang tak mengandung riya dan sum’ah.” Pada kemenangan besar saat Makkah ditaklukkan, dengan sejumlah besar pasukan muslimin, ia menundukkan kepala, nyaris menyentuh punggung untanya sambil selalu mengulang-ulang tasbih, tahmid dan istighfar. Ia tidak mabuk kemenangan.

Betapapun sulitnya mencari batas bentangan samudera kemuliaan ini, namun beberapa kalimat ini membuat kita pantas menyesal tidak mencintainya atau tak menggerakkan bibir mengucap shalawat atasnya: “Semua nabi mendapatkan hak untuk mengangkat doa yang takkan ditolak dan aku menyimpannya untuk umatku kelak di padang mahsyar nanti.”

Ketika masyarakat Thaif menolak dan menghinakannya, malaikat penjaga bukit menawarkan untuk menghimpit mereka dengan bukit. Ia menolak, “Kalau tidak mereka, aku berharap keturunan di sulbi mereka kelak akan menerima dakwah ini, mengabdi kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.”

Mungkin dua kata kunci ini menjadi gambaran kebesaran jiwanya. Pertama, Allah, sumber kekuatan yang Maha dahsyat, kepada-Nya ia begitu refleks menumpahkan semua keluhannya. Ini membuatnya amat tabah menerima segala resiko perjuangan; kerabat yang menjauh, sahabat yang membenci, dan khalayak yang mengusirnya dari negeri tercinta. Kedua, Ummati, hamparan akal, nafsu dan perilaku yang menantang untuk dibongkar, dipasang, diperbaiki, ditingkatkan dan diukirnya.

Ya, Ummati, tak cukupkah semua keutamaan ini menggetarkan hatimu dengan cinta, menggerakkan tubuhmu dengan sunnah dan uswah serta mulutmu dengan ucapan shalawat? Allah tidak mencukupkan pernyataan-Nya bahwa Ia dan para malaikan bershalawat atasnya (QS.Al Ahzab: 56), justru Ia nyatakan dengan begitu “vulgar” perintah tersebut, “Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah atasnya dan bersalamlah dengan sebenar-benar salam.”

Allahumma shalli ‘alaihi wa’ala aalih!

Senin, Februari 06, 2012

Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu…..!!!


Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

"Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya" (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ "Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu" (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 2/859)

Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…

Seorang penyair berkata :

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ

Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…

Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari

وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ

Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…

Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama

فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي

Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari

Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar

وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…

Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan

وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ

Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…

Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar

Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah… ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah… tatkala bertaubat kepada Allah…sedang ingat kepada Allah… , akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini…

Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah… hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya ia umbar… hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati… lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…

Ingatlah para pembaca yang budiman… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan…

Berikut ini adalah kisah-kisah yang mencoba menggugah hati kita untuk membiasakan diri beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kitapun dalam keadaan beramal sholeh :

Kisah Pertama: kisah seorang ahli ibadah Abdullah bin Idriis (190-192 H)

عَنْ حُسَيْن الْعَنْقَزِي قَالَ: لَمَّا نَزَلَ بِابْنِ إِدْرِيْسَ الْمَوْتُ بَكَتْ ابْنَتُهُ فَقَالَ: لاَ تَبْكِي يَا بُنَيَّة، فَقَدْ خَتَمْتُ الْقُرْآنَ فِي هَذَا الْبَيْتِ أَرْبَعَةَ آلاَف خَتْمَة

Dari Husain Al-'Anqozi, ia bertutur :

Ketika kematian mendatangi Abdullah bin Idris, maka putrinya pun menangis, maka Dia pun berkata: "Wahai putriku, jangan menangis! Sungguh, Aku telah mengkhatamkan al Quran dirumah ini 4000 kali" (Lihat Taariikh Al-Islaam karya Ad-Dzahabi 13/250, Ats-Tsabaat 'inda Al-Mamaat karya Ibnil Jauzi hal 154)

Kisah kedua : Kisah Abu Bakr bin 'Ayyaasy (193 H)

لما حضرت أبا بكر بن عَيَّاش الوفاةُ بَكَتْ أُخْتُهُ فقال : لاَ تَبْكِ اُنْظُرِي إِلىَ تِلْكَ الزَّاوِيَةِ الَّتِي فِي الْبَيْتِ قَدْ خَتَمَ أَخُوْكَ فِي هَذِهِ الزَّاوِيَةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ أَلَف خَتْمَة

Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin 'Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakrpun berkata kepadanya, "Janganlah menangis, lihatlah di pojok rumah ini, sesungguhnya saudara laki-lakimu ini telah mengkhatamkan Al-Qur'an di situ sebanyak 18 ribu kali" (Lihat Hilyatul Auliyaa' karya Abu Nu'aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383)

Demikianlah para pembaca yang budiman…Ahli ibadah ini Abdullah bin Idris telah mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 4000 kali… Abu Bakr bin 'Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….

Kisah Ketiga : Kisah Aamir bin Abdillah Az-Zubair

Mush'ab bin Abdillah bercerita tentang 'Aamir bin Abdillah bin Zubair yang dalam keadaan sakit parah :

سمع عامر المؤذن وهو يجود بنفسه فقال: خذوا بيدي إلى المسجد، فقيل: إنك عليل فقال: أسمع داعي الله فلا أجيبه فأخذوا بيده فدخل مع الإمام في صلاة المغرب فركع مع الإمام ركعة ثم مات

'Aaamir bin Abdillah mendengar muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat maghrib, padahal ia dalam kondisi sakaratul maut pada nafas-nafas terakhir, maka iapun berkata, “Pegang tanganku ke mesjid…!!” merekapun berkata, "Engkau dalam kondisi sakit !" , Diapun berkata,”Aku mendengar muadzin mengumandangkan adzan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)nya? Pegang tanganku…! Maka merekapun memapahnya lalu iapun sholat maghrib bersama Imam berjama'ah, diapun shalat satu rakaat kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariikh Al-Islaam 8/142)

Inilah kondisi seorang alim yang senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin… bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa sholat berjama'ah…. Bandingkanlah dengan kondisi sebagian kita… yang tatkala dikumadangkan adzan maka hatinya berbisik : "Iqomat masih lama…., entar lagi aja baru ke mesjid…, biasanya juga imamnya telat ko'…, selesaikan dulu pekerjaanmu.. tanggung…", dan bisikan-bisikan yang lain yang merupakan tiupan yang dihembuskan oleh Iblis dalam hatinya.

Kisah Di masa Sekarang:

Pertama : Kisah Penumpang Kapal Mesir “Salim Express”

Laki-laki ini telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal, “Salim Express” menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Orang-orang berteriak-teriak “kapal akan tenggelam” maka aku pun berteriak kepada istriku …“ayo cepat keluar!”

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna.”

Suaminya pun berkata,” inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”.

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”. Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya, maka ketika semuanya hampir tenggelam, dia memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?” Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya.” Maka Suaminya Menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam.

Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”

Kedua : Kisah seorang tukang adzan (Muadzdzin)

Dia adalah seorang yang selama 40 tahun telah mengumandangkan adzan, tanpa mengharap imbalan selain wajah Allah. Sebelum meninggal ia sakit parah, maka dia pun didudukkan di atas tepat tidur. Dia tak dapat berbicara lagi dan juga untuk pergi kemasjid. Ketika sakit semakin parah diapun menangis, orang-orang disekitarnya melihat adanya tanda-tanda kesempitan di wajahnya. Seakan-akan dia berucap ya Allah aku telah beradzan selama 40 tahun, engkau pun tahu aku tidak mengharap imbalan kecuali dari Engkau kemudian akan terhalangi dari adzan di akhir hidupku?. Kemudian berubahlah tanda-tanda diwajahnya menjadi kegembiraan dan kesenangan. Anak-anaknya bersumpah bahwasanya ketika tiba waktu adzan ayah mereka pun berdiri di atas tempat tidurnya dan menghadap kiblat kemudian mengumandangkan adzan di kamarnya, ketika sampai pada kalimat adzan yang terkahir "laa ilaaha illallah” dia pun jatuh di atas tempat tidurnya. Anak-anaknya pun segera menghampirinya, mereka pun mendapati ruhnya telah menuju Allah.

Para pembaca yang budiman…jika kematian telah tiba maka seluruh harta dan kekuasaan yang telah kita usahakan dan perjuangakan dengan mengerahkan seluruh tenaga dan peras keringat akan sirna…

Kisah Khalifah Al-Ma'muun,

Ketika sakaratul maut mendatanginya diapun memanggil para tabib di sekelilingnya berharap agar bisa menyembuhkan penyakitanya. Tatkala ia merasa berat (parah sakitnya) maka ia berkata, "Keluarkanlah aku agar aku melihat para pasukan perangku dan aku melihat anak buahku serta aku menyaksikan kekuasaanku", takala itu di malam hari. Maka Khalifah Al-Makmuun pun dikeluarkan lalu ia melihat kemah-kemah serta pasukan perangnya yang sangat banyak jumlahnya bertebaran di hadapannya, dan dinyalakan api. (Tatkala melihat itu semua) iapun berkata, يَا مَنْ لاَ يَزُوْلُ مُلْكُهُ اِرْحَمْ مَنْ قَدْ زَالَ مُلْكُهُ “Wahai Dzat yang tidak akan pernah musnah kerajaannya… Sayangilah orang yang telah hilang kerajaannya…". Lalu iapun pingsan.

Kemudian datanglah seseorang disampingnya hendak mentalqinnya kalimat syahadah, lalu Khalafah Al-Makmuun membuka kedua matanya tatkala itu dalam keadaan wajahnya yang merah dan berat, ia berusaha untuk berbicara akan tetapi ia tidak mampu. Lalu iapun memandang ke arah langit dan kedua matanya dipenuhi dengan tangisan maka lisannya pun berucap tatkala itu, يَا مَنْ لاَ يَمُوْتُ اِرْحَمْ مَنْ يَمُوْتُ "Wahai Dzat Yang tidak akan mati sayangilah hambaMu yang mati", lalu iapun meninggal dunia. (Lihat Muruuj Adz-Dzahab wa Ma'aadin Al-Jauhar karya Al-Mas'uudi 2/56 dan Taariik Al-Islaam karya Adz-Dzahabi 15/239)

Kisah Khalifah Abdul Malik bin Marwaan:

Tatkala ajal menjemput Khalifah Abdul Malik bin Marwaan maka iapun memerintahkan untuk dibukakan pintu istana, tiba-tiba ada seorang penjaga istana yang sedang mengeringkan bajunya di atas batu, maka iapun berkata, "Siapa ini?", maka mereka menjawab, "Seorang penjaga istana". Maka iapun berkata, "Seandainya aku adalah seorang penjaga istana…". Ia juga berkata, "Seandainya aku adalah budak miliki seorang yang tinggal di pegunungan Tihaamah, lantas akupun menggembalakan kambing di pegunungan tersebut".

Diantara perkataan terakhir yang diucapkannya adalah,

اللَّهُمَّ إِنْ تَغْفِرْ تَغْفِرْ جَمًّا، لَيْتَنِي كُنْتُ غَسَّالاً أَعِيْشُ بِمَا أَكْتَسِبُ يَوْماً بِيَوْمٍ

"Yaa Allah, jika engkau mengampuniku maka berilah pengampunanMu yang luas, seandainya aku hanyalah seorang tukang cuci, aku hidup dari hasil penghasilanku sehari untuk kehidupan sehari"

Dan diriwayatkan bahwsanya tatkala Khalifah Abdul Malik bin Marwan sakit parah maka iapun berkata, "Keluarkanlah aku di beranda istana…", kemudian ia melihat megahnya kekuasaannya lalu iapun berkata, يَا دُنْيَا مَا أَطْيَبَكِ أَنَّ طَوِيْلَكِ لَقَصِيْرٌ وَأَنَّ كَبِيْرَكِ لَحَقِيْرٌ وَأَنْ كُنَّا مِنْكِ لَفِي غُرُوْرٍ "Wahai dunia sungguh indah engkau…, ternyata lamanya waktumu sangatlah singkat, kebesaranmu sungguh merupakan kehinaan, dan kami ternyata telah terpedaya olehmu". Lalu iapun mengucapkan dua bait berikut ini ;

إِنْ تُنَاقِشْ يَكُنْ نِقَاشُكَ يَارَبَّ عَذَابًا لاَ طَوْقَ لِي بِالْعَذَابِ

Jika engkau menyidangku wahai Robku maka persidanganMu itu merupakan sebuah adzab yang tidak mampu aku hadapi

أَوْ تَجَاوَزْتَ فَأَنْتَ رَبٌّ صَفُوْحٌ عَنْ مُسِيْءٍ ذُنُوْبَهُ كَالتُّرَابِ

Atau jika engkau memaafkan aku maka engkau adalah Tuhan Yang Maha memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang bersalah"

(Lihat Mukhtashor Taariikh Dimasyq 5/88-89 dan Al-Kaamil fi At-Taariikh 4/238-239)

Para pembaca yang budiman…. Janganlah terpedaya dengan gemerlapnya dunia ini…

Rasulullah bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ

"Perbanyaklah kalian mengingat penghancur keledzatan", yaitu kematian (Dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam irwaa al-goliil 3/145)

Imam Al-Qurthubi berkata: "Ketahuilah sesungguhnya mengingat kematian menyebabkan kegelisahan dalam kehidupan dunia yang akan sirna ini, dan menyebabkan kita untuk senantiasa mengarah ke kehidupan akhirat yang abadi.

Seseorang tidak akan terlepas dari dua kondisi, kondisi lapang dan sulit, kondisi di atas kenikmatan atau di atas ujian. Jika ia berada pada kondisi sempit dan di atas ujian maka dengan mengingat mati akan terasa ringanlah sebagian ujian dan kesempitan hidupnya, karena ujian tersebut tidak akan langgeng dan kematian lebih berat dari ujian tersebut. Atau jika ia berada dalam kondisi penuh kenikmatan maka mengingat mati akan menghalanginya agar tidak terpedaya dengan kenikmatan tersebut" (At-Tadzkiroh 1/123-124)

Imam Al-Qurthubi juga berkata:

و كان يزيد الرقاشي يقول لنفسه : و يحك يا يزيد من ذا يصلي عنك بعد الموت ؟ من ذا يصوم عنك بعد الموت؟ من ذا يترضى عنك ربَّك بعد الموت؟ ثم يقول : أيها الناس ألا تبكون وتنوحون على أنفسكم باقي حياتكم؟ من الموت طالبه والقبر بيته والثرى فراشه والدود أنيسه وهو مع هذا ينتظر الفزع الأكبر يكون حاله؟ ثم يبكي حتى يسقط مغشيا عليه

Yazzid Ar-Ruqoosyi berkata kepada dirinya : "Celaka engkau wahai Yaziid, siapakah yang akan sholat mewakilimu jika engkau telah meninggal?, siapakah yang akan mewakilimu berpuasa setelah kematianmu?, siapakah yang mendoakan engkau agar Robmu meridhoimu setelah matimu?". Lalu ia berkata, "Wahai manusia, janganlah kalian menangisi diri kalian sepanjang hidup kalian, barangsiapa yang kematian mencarinya, kuburan merupakan rumahnya, tanah merupakan tempat tidurnya, dan ulat-ulat menemaninya, serta ia dalam kondisi demikian menantikan tibanya hari kiamat yang sangat dahysat maka bagaimanakah kondisinya?". Lalu iapun menangis dan menangis hingga jatuh pingsan. (Lihat At-Tadzikorh 1/124)

Kisah penutup :

Dari Abdullah putra Imam Ahmad bin Hambal berkata:

لَمَّا حَضَرَتْ أَبِي الْوَفَاةُ جَلَسْتُ عِنده وَبِيَدِي الْخِرْقَةُ لأَشُدَّ بِهَا لِحْيَيْهِ فَجَعَلَ يَعْرَقُ ثُمَّ يُفِيْقُ ثُمَّ يفتح عينيه ويقول بيده هكذا : "لاَ بَعْدُ" ففعل هذا مرةً وثانيةً، فلما كان في الثالثة قلت له : يَا أَبَةِ أَيُّ شَيْءٍ هَذَا قَدْ لَهَجْتَ بِهِ فِي هَذَا الْوَقْتِ تَعْرَقُ حَتَّى نَقُوْلُ قَدْ قُبِضْتَ ثُمَّ تَعُوْدُ فَتَقُوْلَ : لاَ، لاَ بَعْدُ. فقال لي : يا بُنَيَّ مَا تَدْرِي؟ قلتُ :لاَ، قال : إبليس لعنه الله قائم حذائي عَاضٍّ على أَنَامِلِهِ يقول لي : يا أحمدُ فُتَّنِي فَأَقُوْلُ لَهَ : لاَ بَعْدُ حَتَّى أَمُوْتَ

Tatkala kematian mendatangi ayahku maka akupun duduk disampingnya, dan di tanganku ada sepotong kain untuk mengikat dagu beliau (yang dalam keadaan tidak sadarkan diri). Maka beliaupun mencucurkan keringat lalu beliau tersadar dan membuka kedua mata beliau dan beliau berkata, "Tidak, belum…!" seraya menggerakkan tangan beliau (memberi isyarat penolakan). Lalu beliau melakukan hal yang sama untuk sekali lagi, kedua kali lagi. Dan tatkala beliau mengulangi hal ini (mengucapkan : "Tidak, belum..!, seraya menebaskan tangan beliau) untuk ketiga kalinya maka akupun berkata, "Wahai ayahanda, ada apa gerangan?, engkau mengucapkan perkataan ini dalam kondisi seperti ini?". Engkau mencucurkan keringat hingga kami menyangka bahwa engkau telah meninggal dunia, akan tetapi kembali engkau berkata, "Tidak, tidak…, belum…!". Lalu ia berkata, "Wahai putraku, engkau tidak tahu?", aku berkata, "Tidak". Ia berkata, "Iblis –semoga Allah melaknatnya- telah berdiri dihadapanku seraya menggigit jari-jarinya, dan berkata, "Wahai Ahmad engkau telah lolos dariku", maka aku berkata kepadanya, "Tidak, belum, aku belum lolos dan menang darimu hingga aku meninggal" (lihat Sifat As-Sofwah 2/357)

Kisah ini mengingatkan kepada kita bahwasanya pertempuran melawan Iblis dan para pengikutnya tidak pernah berhenti hingga maut menjemput kita. kita tidak boleh pernah lalai dan merasa telah mengalahkan Iblis, karena Iblis dan para pengikutnya akan senantiasa mengintai dan mencari celah-celah untuk menjeremuskan kita sehingga bisa menemaninya di neraka Jahannam yang sangat panas….!!!!, Maka wasapadalah selalu… melawan musuh yang melihatmu padahal engkau tidak melihatnya… musuh yang senantiasa mendatangimu dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri sementara engkau dalam keadaan lalai…. Musuh yang sudah sangat berpengalaman dalam menjerumuskan anak keturunan Adam dengan berbagai metode dan jerat…. Hanya kepada Allahlah kita mohon keselamatan dari musuh yang seperti ini modelnya… walaa haulaa wa laa quwwata illaa billaaah

Saudaraku yang mulia…!!

Allah Yang Maha Mulia telah memberlakukan sunnatullahNya bahwasanya: “Orang yang hidup di atas sesuatu pola/model kehidupan maka ia pun akan mati di atas model tersebut, dan kelak ia akan dibangkitkan di atas model tersebut”

Siapkanlah dirimu menyambut tamu yang akan mendatangimu secara tiba-tiba…yaitu kematian, jangan sampai tamu tersebut menemuimu dalam kondisi engkau sedang bermaksiat kepada Robmu.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengamalkan ilmunya.

Madinah, 28 06 1432H / 31 05 2011M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

Kamis, Februari 02, 2012

Masihkah Anda Sombong Setelah Melihat Gambar ini?


Sungguh Maha Besar, Melihat Ciptaan-Nya saja Kita tidak mampu apalagi Melihat Allah SWT, Renungkanlah bahan bacaan di bawah ini semoga kita terhindar dari Perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita Sangat Kecil di Mata ALLAH SWT.

Tim unikaneh.com mendapatkan beberapa gambar mengenai perbandingan ukuran bumi, diantara beberapa bagian di jagat raya ini.

Gambar menunjukkan besar bumi dibandingkan dengan planet2 yang ukurannya lebih kecil, yaitu : Venus, Mars, Mercury, dan Pluto.

Lalu kita lihat gambar di bawah ini…

Ini bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Selanjutnya…

Perhatikan Bumi apabila dibandingkan dengan Matahari.

Next…

Apabila dibandingkan dengan Arcturus, Matahari saja sudah terlihat sangat kecil, apalagi Bumi.

Sampai sini…

Dan disini matahari sudah tak terlihat, bagaimana dengan bumi..?

Dengan perbandingan diatas tadi, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas jagat raya yang sangat besar pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini , bahkan matahari hanya sebesar debu.

Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Sebenarnya masih banyak yang lebih besar lagi dari Antares, tapi belum ada bukti dan bahkan satelit huble tercanggihpun belum bisa memotretnya.

Saya sempat berpikir juga… Siapakah kita…?
Layakkah kita sombong dihadapan ALLAH ?
Apakah tujuan hidup kita…?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga, mulia dihadapan ALLAH…?

Bumi saja yang menurut kalian besarnya cuma setitik, gimana kalian yang sangat kecil??? jadi.. tidaklah pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk Allah, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Yang Maha Besar, Allah SWT.


http://votreesprit.wordpress.com/2012/01/20/masihkah-anda-sombong-setelah-melihat-gambar-ini/


http://www.youtube.com/watch?v=QGtCslmc_EY&feature=player_embedded

Rabu, Januari 25, 2012

Panjat Tebing - Hobi Unik Berusia Ribuan Tahun


Dalam sejarah, manusia selalu berusaha berinteraksi dengan alam untuk survive. Begitu juga dengan panjat tebing, yang lahir dari usaha manusia untuk bertahan hidup di alam bebas. Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing yang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi waktu kosong, hobi ini memang cukup mengasyikkan.


Apalagi kalau di sekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran kalau dari hobi ini sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi kalau bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.

Wall climbing tersebut ( mungkin sudah banyak yang tahu ya ) merupakan modifikasi dari hobi panjat tebing. Dari namanya sudah ketahuan kalau dua hal ini dibedakan dari medianya, yang satu berdasarkan papan buatan, sedangkan yang lain beneran tebing dari sebuah gunung atau bukit.

Nah, panjat tebing tersebut merupakan subbagian dari mountaineering ( pendakian gunung ), yaitu climbing yang dapat diartikan sebagai pendakian pada tebing - tebing batu atau dinding karang yang membutuhkan peralatan, teknik, dan metode - metode tertentu. Sebagai bagian dari mountaineering atau mendaki gunung, panjat tebing tidak dapat dipisahkan sejarahnya dari perjalanan panjat dan mendaki gunung.

Ribuan tahun
Kegiatan mendaki gunung ini mulai dilakukan manusia sejak berabad - abad yang lalu. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit - bukit atau pegunungan baik untuk melakukan peperangan atau pun ketika melakukan tuntutan hidupnya. Sejarah yang dapat diketahui dari hal ini adalah perjalanan Panglima Kerajaan Carthage, Hanibal, yang dilakukan di pegunungan Alpen di tahun 500 SM. Juga petualangan yang dilakukan Jenghis Khan yang melintasi pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk menaklukan Asia Tengah. Atau pendakian Mount Argulle oleh para tentara Perancis pada tahun 1442.

Dalam sejarah yang lebih maju, pendakian yang gemilang pertama kalinya dilakukan pada tahun 1786, ketika Dr Paccard berhasil mencapai puncak Mount Blanc ( 4087 m ). Saat itu pendakian dan panjat tebing sudah menjadi hobi atau olahraga.

Dalam babak selanjutnya, puncak - puncak Alpen mulai dijajaki para penggemar olahraga alam bebas ini. Dan, memang puncak-puncak pegunungan Alpen hanya bisa dipuncaki dengan mempergunakan teknik-teknik memanjat tebing. Semakin populer ketika Sir Alfred Willis pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Watterhorn ( di Swiss, 3708 m ). Pendakian ini menjadi batu loncatan terbentuknya perkumpulan pendaki gunung tertua di dunia, British Alpine Club pada tahun 1857.

Sejak babak baru itu para pendaki semakin sering melakukan pendakian menuju puncak - puncak gunung yang lebih tinggi dan mempunyai tingkat tantangan yang lebih tinggi pula. Keberuntungan dan anugerah akhirnya datang pada Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay dalam suatu ekspedisi. Ekspedisi yang dipimpin oleh John Hunt pada tahun 1953 tersebut berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian para pendaki di dunia. Rangkaian - rangkaian ini merupakan titik temu bahwa panjat tebing merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung. Karena kegiatan memanjat tebing merupakan penunjang kegiatan mendaki gunung.

Olahraga berprestasi
Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Harry Suliztiarto, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB, memperkenalkan panjat tebing pada tahun 1976. Tepatnya ketika memanjat tebing - tebing alam Citatah. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.

Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, dimana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai ketika diadakannya lomba panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada tahun 1987.

Nah, di tahun 1988 diperkenalkan deh dinding panjat tebing buatan ( wall climbing ) yang langsung diperkenalkan oleh empat pemanjat dari Perancis. Sekaligus membentuk wadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi serta memanajemen kegiatan panjat tebing agar berjalan dengan baik dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia ( FPTI ). Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan dengan tinggi papan lima belas meter yang menjadi awal sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat ini.


Dasar - dasar panjat tebing
Namanya juga hobi panjat tebing, tentu saja tebing merupakan prasarana dalam kegiatan panjat tebing. Pengetahuan dasar tentang tebing yang harus diketahui antara lain: Bentuk tebing, bagian tebing yang dilihat secara keseluruhan mulai dasar sampai puncak. Bagian - bagiannya antara lain blank ( bentuk tebing yang mempunyai sudut 90 derajat atau biasa disebut vertikal ), overhang ( bentuk tebing yang mempunyai sudut kemiringan antara 10-80 derajat ), roof ( bentuk tebing yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menggantung ), teras ( bentuk tebing yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menjorok ke dalam tebing ), dan top ( bagian tebing paling atas yang merupakan tujuan akhir suatu pemanjatan ).

Lalu ada soal permukaan tebing yang merupakan bagian dari tebing yang nantinya akan digunakan untuk berpegang dan berpijak dalam suatu pemanjatan. Bagian ini di kategorikan menjadi tiga bagian: face ( permukaan tebing yang mempunyai tonjolan ), slap / friction ( permukaan tebing yang tidak mempunyai tonjolan atau celah, rata, dan mulus tidak ada cacat batuan ), dan fissure ( permukaan tebing yang tidak mempunyai celah / crack ).

Dengan mengenali pengenalan dasar atas medan yang hendak ditempuh, para pemanjat akan langsung bisa mempersiapkan teknik penaklukannya dan mengurangi tingkat kesulitannya. Untuk memudahkan estimasi tingkat kesulitan tersebut, biasanya digunakan sistem desimal yang dimulai dari angka lima ( mengacu pada standar tingkat kesulitan yang dibuat oleh Amerika ).

Tingkat kesulitan 5,7-5,8 adalah tingkat kesulitan pemanjatan yang amat mudah. Lintasan pemanjatan untuk pegangan dan pijakan sangat banyak, besar, dan mudah didapat. Sudut kemiringan tebing belum mencapai 90 derajat.

Tingkat kesulitan 5,9. Tingkat kesulitan pemanjatan yang mulai agak sulit karena jarak antara pegangan dan pijakan mulai berjauhan tetapi masih banyak dan besar.

Tingkat kesulitan 5,10. Pada tingkat ini pemanjatan mulai sulit karena komposisi pegangan dan pijakan sudah bervariasi besar dan kecil. Jarak antar celah dan tonjolan mulai berjauhan. Terdapat dua tumpuan tangan dan satu tumpuan kaki, faktor keseimbangan mulai dibutuhkan.

Tingkat kesulitan 5,11. Tingkat kesulitan ini lebih sulit lagi karena letak antara pegangan yang satu dengan pegangan yang lainnya berjauhan dan kecil - kecil yang hanya bisa dipegang oleh beberapa jari saja, kedua tungkai melakukan gerakan melebar agar kaki dapat bertumpu pada tumpuan berikutnya. Keseimbangan tubuh sangat berpengaruh, bentuk tebing yang dilalui pada lintasan ini terdapat variasi antara tebing gantung dan atap.

Tingkat kesulitan 5,13-5,14. Jalur lintasan ini bervariasi antara tebing gantung dan atap dengan satu tumpuan kaki dan satu tumpuan tangan. Pemanjat mulai melakukan gerakan gesek ( friction ) dan bertumpu pada ujung jari ( edginh ) bahkan harus mengaitkan tumit pada pijakan ( hooking ).

Selain kriteria kesulitan ini, Negara lain juga membuat tingkat kesulitan sesuai dengan penilaian masing-masing, antara lain Jerman, Perancis, UIAA ( Union Internationale des Association Alpines ).

Etika panjat tebing
Seperti hobi atau olahraga lain, panjat tebing juga mempunyai etika atau aturan yang disepakati oleh para pelaku hobi ini. Ruang lingkup etika dalam panjat tebing terdiri dari empat hal.

Pertama, masalah teknik pembuatan jalur. Secara umum terdapat dua cara dalam pembuatan jalur, yaitu aliran tradisional dan aliran modern. Pembuatan jalur secara tradisional prinsipnya adalah membuat jalur sambil memanjat. Teknik ini cenderung bernilai petualangan karena lintasan yang dilewati sama sekali baru, tanpa pengalaman, tanpa dicoba terlebih dahulu.

Sementara itu, pembuatan jalur secara modern terdiri dari dua cara. Pertama dengan menggunakan teknik tali tetap ( fix rope technique ). Pada teknik ini, pembuatan jalur dapat dilakukan dengan cara rappeling bolting atau ascending bolting. Terlebih dahulu pada fix rope yang telah terpasang, sedangkan cara kedua mirip dengan cara pertama, tetapi tidak dengan tali tetapi melainkan dengan menggunakan top rope.

Lalu ada tentang masalah penanaman jalur. Siapa yang berhak memberi nama pada suatu jalur tidak ada kesepakatan jelas yang mengaturnya. Di Indonesia nama jalur merupakan suatu kesepakatan dari seorang atau sekelompok pembuat jalur.

Masalah keaslian jalur juga masuk dalam poin etika panjat tebing. Masalah keaslian jalur ini biasanya dikaitkan dengan banyaknya jumlah pengaman tetap yang ada pada jalur tersebut. Misalkan satu jalur setinggi lima belas meter dapat dipanjat hanya dengan menggunakan tiga pengaman tetap, maka selanjutnya pemanjat yang kemudian memanjat harus tetap menggunakan tiga pengaman yang pertama, tanpa ditambah atau pun dikurangi, siapapun dia, karena ini secara harfiah telah menjadi jalur resmi dan menjadi paten untuk jalur tersebut.

Dan, yang terakhir soal pengubahan bentuk permukaan tebing. Untuk masalah yang satu ini, hampir semua pemanjat sepakat bahwa hal ini haram hukumnya untuk dilakukan meski untuk menambah kesulitan atau membuat jalur tersebut menjadi mudah. Tetapi, sebagian kecil kawasan pemanjatan menerima perubahan ini, namun hanya pada permukaan tebing yang tanpa cacat sama sekali agar kesinambungan jalur sebelumnya dan sesudah tetap terjaga.

Dengan mengetahui segi - segi dasar ( baik soal teknik atau peraturan / etika ), diharapkan seseorang mulai bisa mengenali hobi yang sekarang juga jadi cabang olahraga ini. Tentu saja juga diharapkan bisa menjadi salah satu aktivitas populer di kalangan anak muda.

http://www.belantaraindonesia.org/2010/05/panjat-tebing-hobi-unik-berusia-ribuan.html